comscore

PKT Dukung Tata Kelola Manajemen Risiko di Pupuk Indonesia Grup

Husen Miftahudin - 29 April 2022 15:53 WIB
PKT Dukung Tata Kelola Manajemen Risiko di Pupuk Indonesia Grup
AVP Analisis dan Pelaporan Manajemen Risiko PKT Nurjannah Octavia Devisari. Foto: PKT.
Jakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menggelar Sharing Knowledge Systemic Risk bersama perwakilan seluruh anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan terkait implementasi Sistem Manajemen Risiko sesuai prinsip ISO 31000.

SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono mengungkapkan, kegiatan ini sebagai langkah aktif perusahaan dalam mendukung peningkatan implementasi sistem manajemen risiko di lingkungan Pupuk Indonesia Grup, dengan saling berbagi pengetahuan terkait tata kelola manajemen risiko yang dilaksanakan PKT dalam aktivitas bisnis perusahaan.
"Sistem manajemen risiko sesuai prinsip ISO 31000 bagian dari implementasi Governance Risk Management Compliance (GRC) PKT, yang didukung sistem teknologi informasi andal sebagai kelanjutan komitmen yang tertuang dalam regulasi internal tentang Good Corporate Governance (GCG)," terang Teguh dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 April 2022.

Menurut Teguh, penerapan GRC PKT mengacu pada pelaksanaan proses bisnis sesuai penerapan tata kelola perusahaan yang menitikberatkan pada transparansi, akuntabilitas, independensi, responsibility, dan fairness. Termasuk membangun komitmen dan awareness penerapan manajemen risiko dan kepatuhan di seluruh lini bisnis PKT.

"Melalui kegiatan ini diharap memberikan dampak positif terhadap kemajuan perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup yang lebih profesional dan transparan," tambah Teguh.

AVP Analisis dan Pelaporan Manajemen Risiko PKT Nurjannah Octavia Devisari menyampaikan, pengelolaan risiko berdasarkan ISO 31000 yang diimplementasikan PKT terdiri dari tiga komponen utama yakni Prinsip, Kerangka Kerja, dan Proses Manajemen Risiko. Hal ini bertujuan untuk menciptakan dan melindungi nilai, meningkatkan kinerja, serta mendorong inovasi dan mendukung pencapaian sasaran.

Systemic Risk dianggap penting karena mengacu pada risiko yang ditimbulkan oleh keterkaitan dan saling ketergantungan dalam suatu sistem, dimana kegagalan satu entitas atau kelompok dapat menyebabkan kegagalan berjenjang.

"Dalam pengelolaan systemic risk, PKT mengidentifikasi seluruh Anak Perusahaan dan Afiliasi yang saling terkait baik sebagai kepemilikan saham maupun pendiri," ungkapnya.

Begitu juga dengan pemilihan mitra strategis, dilakukan dengan melihat matriks kepentingan terhadap pengaruh dan analisis kesehatan keuangan perusahaan, sehingga diperoleh entitas yang memiliki kepentingan utama dengan PKT untuk dilakukan asesmen risiko secara berkala.

Implementasi systemic risk merupakan salah satu metode yang dilakukan PKT untuk mengawal pencapaian sasaran perusahaan, yang diharap menjadi early warning system apabila terdapat indikasi kegagalan dari entitas dalam ekosistem yang dapat berdampak bagi perusahaan.

"Selain itu systemic risk juga membantu manajemen dalam melakukan monitoring kinerja anak perusahaan dan afiliasi, khususnya yang memiliki dampak signifikan terhadap keberlangsungan PKT," pungkas Nurjannah.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id