Mei 2020, Inflasi Rendah di 0,07%

    Eko Nordiansyah - 02 Juni 2020 11:47 WIB
    Mei 2020, Inflasi Rendah di 0,07%
    Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,07 persen secara month to month (mtm). Inflasi pada bulan yang bertepatan dengan hari raya Idulfitri ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi secara tahun kalender atau year to date (ytd) sejak Januari sampai dengan Mei tahun ini adalah sebesar 0,90 persen. Sementara inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat sebesar 2,19 persen.

    "Inflasi Mei 2020 kecil sekali yaitu 0,07 persen, sangat jauh kalau kita bandingkan dengan inflasi pada saat Idulfitri tahun lalu yang jatuh pada bulan Juni di mana inflasinya adalah 0,55 persen," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020.

    Dirinya menambahkan rendahnya inflasi ini tak lepas dari imbas pandemi virus korona (covid-19). Padahal biasanya inflasi yang terjadi pada bulan Ramadan dan Idulfitri selalu mengalami peningkatan akibat tingginya permintaan masyarakat.

    "Biasanya kalau Ramadan dan Idulfitri itu permintaan meningkat karena berbagai kebutuhan, sehingga inflasinya tinggi. Tapi saat ini tidak terjadi karena memang situasinya tidak biasa," ungkapnya.

    Jika dibandingkan tahun lalu, inflasi tahunan saat Idulfitri yang jatuh pada Juni adalah sebesar 3,28 persen sedangkan pada Mei ini hanya 2,19 persen. Pergerakan inflasi tak lepas dari dampak negatif covid-19 yang juga terjadi di negara-negara lainnya.

    "Kita semua menyadari bahwa situasi tidak biasa karena covid tidak pasti dan banyak kejadian, itu yang menyebabkan pattern atau pola dari inflasi pada bulan Ramadan tahun ini sangat tidak biasa, berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya," jelas dia.

    Dari 90 kota yang dipantau oleh BPS, 67 kota mengalami inflasi sementara 23 kota lainnya tercatat mengalami deflasi. Inflasi terendah terjadi di Tanjungpinang, Bogor, Madiun yaitu 0,01 persen, dengan deflasi terendah di Manado minus 0,01 persen dan deflasi tertinggi di Luwuk minus 0,39 persen.

    "Inflasi tertinggi terjadi di Tanjungpandan yaitu 1,2 persen. Dan kalau dilihat kenaikannya di sana karena ada kenaikan harga daging ayam ras, kenaikan harga ikan dan juga bawang merah," pungkasnya. 



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id