Pertamina Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp9,5 Triliun

    Annisa ayu artanti - 12 September 2020 15:54 WIB
    Pertamina Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp9,5 Triliun
    Ilustrasi Gedung PT Pertamina Persero - - Foto: Setkab
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyelamatkan potensi kerugian negara atas aset senilai Rp9,5 triliun. Aset negara ini berlokasi di Kota Palembang, Sumatra Selatan dan di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

    Direktur Penunjang Bisnis Pertamina M Haryo Yunianto mengatakan dalam penyelamatan aset negara tersebut Pertamina bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pencegahan tindak pidana korupsi.

    "Pertamina dan KPK telah sepakat untuk kerja sama intensif mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi untuk mewujudkan BUMN bersih," kata Haryo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 12 September 2020.

    Haryo menjelaskan KPK membantu Pertamina menyelesaikan permasalahan pendayagunaan aset sehingga lokasi itu bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.


    Aset di Palembang dimanfaatkan sebagai Kawasan Kenten Cultural Park. Sementara di Barito Timur, aset tersebut dimanfaatkan sebagai akses sepanjang 60 km untuk meningkatkan konektivitas antar daerah dan mempermudah transportasi komoditas, terutama dari hasil tambang dan perkebunan.

    Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, kerja sama pencegahan tindak pidana korupsi dilakukan mulai dari pengawasan dan pengelolaan kegiatan antikorupsi, menerapkan dan meningkatkan kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), menerapkan Program Pengendalian Gratifikasi, menerapkan whistleblowing system serta membangun budaya integritas di seluruh pekerja dan mitra kerja Pertamina tanpa terkecuali.

    Selain itu, Pertamina dan KPK juga bersinergi dalam melakukan optimalisasi aset serta penerapan ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

    "Kerja sama dengan KPK akan mendorong Pertamina untuk terus menguatkan penerapan prinsip-prinsip GCG (good corporate governance) di dalam seluruh sistem tata kerja perusahaan yang wajib dipatuhi oleh seluruh insan Pertamina," kata Fajriyah.


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id