AP II Cari Mitra Strategis Percepat Kembangkan Bandara Kualanamu

    Suci Sedya Utami - 16 Juli 2020 11:17 WIB
    AP II Cari Mitra Strategis Percepat Kembangkan Bandara Kualanamu
    Bandara Kualanamu. Foto: dok MI Amiruddin Abdullah.
    Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) menerbitkan Final Request for Proposal (RfP) kepada calon mitra strategis untuk Bandara Internasional Kualanamu. Melalui Final RfP ini, AP II mengundang calon mitra strategis untuk mengikuti proses lelang dalam kerja sama pengelolaan operasi dan pengembangan Bandara Kualanamu.

    Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan bersama mitra strategis akan berperan dalam melakukan investasi, mengembangkan, meningkatkan fasilitas, hingga mengoperasikan serta melakukan pemeliharaan Bandara Internasional Kualanamu dalam jangka waktu 25 tahun.

    "PT Angkasa Pura II tengah mencari mitra strategis untuk bersama-sama memajukan dan mempercepat pengembangan Bandara Internasional Kualanamu," kata Awaluddin, dalam keterangan resminya, Kamis, 16 Juli 2020.

    AP II mencari mitra strategis berkelas global untuk mencapai 3E yaitu expansion the traffic yakni meningkatkan trafik penerbangan internasional. Kemudian expertise sharing yakni berbagi keahlian dalam pengelolaan bandara yang berkelas dunia. Serta equity partnership yakni pemenuhan kebutuhan pendanaan secara cepat melalui kemitraan strategis.

    Ia bilang kelebihan skema kemitraan strategis ini dapat mendatangkan Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia, terdiri dari komitmen capital expenditure dan upfront payment dari mitra strategis.

    "Bersama mitra strategis, kami yakin Bandara Kualanamu dapat membangun jaringan penerbangan yang kuat untuk memposisikan sebagai international hub di bagian barat Indonesia dengan berbagai infrastruktur pendukung," ujar Awaluddin.

    Director of Transformation & Strategic Portfolio AP II Armand Hermawan mengatakan pengumuman preferred bidders akan dilakukan pada 23 Desember 2020. Nantinya, AP II dan mitra strategis akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi yang menjadi pengelola Bandara Kualanamu. AP II akan menguasai 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara mitra strategis 49 persen.

    "PT Angkasa Pura II menjadi pemegang 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi sehingga tetap memegang kendali penuh terkait dengan pengembangan dan pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu," jelas Armand.

    Pengembangan yang akan dilakukan oleh AP II dan mitra strategis di Bandara Kualanamu antara lain peningkatan kapasitas penumpang dari saat ini sembilan juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun di tahap pertama. Kemudian 30 juta penumpang per tahun di tahap kedua, dan 42 juta penumpang per tahun di tahap ketiga.

    "Pada pengembangan tahap satu, belanja modal yang dibutuhkan sekitar Rp3 triliun, dengan 49 persen atau sekitar Rp1,4 triliun menjadi kewajiban mitra strategis," ujar Armand.

    Adapun total belanja modal yang dibutuhkan untuk pengembangan sebesar Rp12 triliun. Selain perluasan kapasitas terminal, pengembangan Kualanamu juga mengarah ke konsep Aerotropolis dengan berbagai gedung komersial di atas lahan 200 hektare (ha). Antara lain theme park, logistic park, factory outlet, maintenance repair and overhaul (MRO) facility, serta komplek perdagangan.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id