Bulog Siap Bangun Gudang Dukung Lumbung Pangan di Kalteng

    Antara - 15 Juli 2020 10:54 WIB
    Bulog Siap Bangun Gudang Dukung Lumbung Pangan di Kalteng
    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Perum Bulog berencana membangun gudang beras dan komoditas pangan untuk mendukung rencana pemerintah mengembangkan proyek lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dukungan ini diharapkan bisa membantu mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan BUMN pangan tersebut akan membangun gudang di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Adapun lokasi pengembangan food estate tengah digarap lintas kementerian, yakni Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Pertahanan, Kementerian Desa PDTT, dan Kementerian BUMN.

    "Bulog juga sudah mempersiapkan, salah satunya di Pulang Pisau kami baru membangun, kata Presiden di sana akan menjadi lumbung pangan nasional, kami sudah mempersiapkan juga," kata Budi Waseso, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2020.

    Budi Waseso atau akrab disapa Buwas memperkirakan bahwa lumbung pangan nasional di Kalteng memiliki produktivitas gabah sekitar empat ton per hektare (ha). Potensi luas lahan proyek food estate di Kalteng diperkirakan mencapai 165 ribu ha.

    Dari total tersebut, Buwas mencatat sebagian lahan seluas 48 ribu ha sudah berproduksi setiap tahun, sehingga gudang penyimpanan diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan.

    "Sawah yang sudah produksi 48 ribu ha, sisanya ini akan digalakkan (Kementerian) Pertanian, artinya produksi akan banyak, belum daerah-daerah lain yang sekarang mulai tanam, artinya akan menjadi swasembada pangan di wilayah itu," kata Buwas.

    Menurut Buwas, ketahanan pangan di Indonesia dapat dikatakan stabil, meskipun ada peringatan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) akan kekeringan dan berpotensi terjadinya krisis pangan.

    Ia menilai ketahanan pangan tersebut terlihat dari sejumlah wilayah yang masih panen, sehingga Bulog masih terus melakukan serap gabah petani demi meningkatkan cadangan beras pemerintah.

    Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog di seluruh Indonesia mencapai 1,4 juta ton. Namun demikian, Indonesia juga memproduksi sumber pangan lokal lainnya selain beras, seperti sagu dan umbi-umbian yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat di timur Indonesia.

    "Soal pangan di negara-negara lain itu memang membatasi ekspor pangannya, tapi di Indonesia menurut saya jangan terlalu khawatir, karena cuaca dan produksi kita juga tidak se-ekstrem prediksi-prediksi di luar negeri. Sampai hari ini, yang tadinya kita prediksi sudah tidak ada panen, ternyata hari ini masih banyak panen di beberapa wilayah," pungkas Buwas.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id