Tekan Penyebaran Covid, Chevron Genjot Sinergi Digital untuk Produksi Migas

    Ade Hapsari Lestarini - 10 April 2021 21:31 WIB
    Tekan Penyebaran Covid, Chevron Genjot Sinergi Digital untuk Produksi Migas
    Ilustrasi pekerja Chevron. Foto: dok PT CPI.



    Jakarta: PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) memanfaatkan solusi digital untuk menekan penyebaran covid-19. Hal ini dilakukan agar kinerja produksi migas tetap kokoh di tengah pandemi.

    Pandemi covid-19 juga menimpa industri hulu migas. Puluhan ribu pekerja industri ini pun terdampak, namun perusahaan harus tetap menjaga keberlangsungan produksi migas. Lalu, bagaimana strateginya?






    Chevron yang merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terbesar di Indonesia ini memanfaatkan solusi digital secara terintegrasi untuk menekan potensi penyebaran covid-19 di lingkungan perusahaan. Hasilnya, PT CPI mampu menjaga tingkat positivity rate yang rendah di lingkungan kerja. Angkanya stabil di bawah ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

    Positivity rate menunjukkan rasio jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 berbanding dengan total tes yang dilakukan. Ambang batas yang ditetapkan WHO adalah lima persen.

    "Pemanfaatan teknologi digital memudahkan sistem pemantauan dan menjaga tingkat kepatuhan pekerja terhadap aturan dan prosedur internal sehingga potensi penyebaran virus dapat ditekan. Selain itu, Perusahaan kami juga terus berupaya meningkatkan kesadartahuan tentang covid-19 melalui berbagai kegiatan edukasi dan komunikasi," tutur Acting SVP Corporate Affairs PT CPI Winu Adiarto, dalam keterangan resminya, Sabtu, 10 April 2021.

    Sebab, lanjut dia, upaya pencegahan covid-19 berjalan efektif jika didukung dengan kesadaran kolektif dari seluruh pekerja dan keluarganya. Setelah kasus pertama covid-19 di Indonesia diumumkan pada awal Maret 2020, PT CPI bergerak cepat dengan membentuk sebuah gugus tugas. Tugas utamanya adalah melindungi keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja dengan tetap menjaga keberlangsungan operasi hulu migas yang vital bagi negara.

    "Perlindungan manusia, dalam hal ini keselamatan dan kesehatan pekerja, merupakan salah satu dari nilai yang dianut Perusahaan kami. Karena itu, kami segera bergerak cepat," tegas Winu.

    Strategi utama yang dijalankan PT CPI adalah melakukan edukasi; memiminalkan potensi paparan; deteksi dini dan pengelolaan kasus; mengantisipasi kasus positif dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan personel dan fasilitas; serta menjaga keberlangsungan operasi.

    Terkait pemanfaatan teknologi digital, sejauh ini sebanyak 15 aplikasi yang telah dibuat dan digunakan PT CPI dalam upaya melindungi pekerja dan menekan risiko penyebaran covid-19 di lingkungan kerja. Mulai dari penapisan akses (access screening) masuk ke fasilitas perusahaan; pembatasan perjalanan pribadi dan dinas; pemantauan perkembangan kasus; penjadwalan tes berkala; pemantauan kesehatan pekerja secara jarak jauh; hingga analisis pelacakan kontak (contact tracing). Berbagai aplikasi digital itu dirancang dan dibuat oleh tenaga-tenaga terampil PT CPI.

    Sebagai contoh penapisan akses. PT CPI membuat sebuah aplikasi yang disebut dengan formulir deklarasi untuk penyaringan covid-19. Setiap pekerja wajib mengisi formulir itu secara daring setiap minggu. Begitu juga dengan tamu perusahaan. Sebelum berkunjung ke PT CPI, mereka wajib mengisi formulir tersebut.

    Aplikasi ini menjadi penyaring pertama bagi seluruh pekerja dan tamu yang hendak memasuki fasilitas perusahaan. Mereka harus menjawab sejumlah pertanyaan untuk mengonfirmasi bahwa mereka dalam kondisi sehat, tidak baru kembali dari perjalanan jauh, dan tidak kontak dekat dengan orang yang terkonfirmasi atau terduga covid-19 sebelum memasuki fasilitas perusahaan.

    Apabila setelah pengisian formulir mendapatkan notifikasi tanda merah lewat e-mail, berarti pekerja/tamu tersebut tidak diperbolehkan memasuki fasilitas perusahaan. Seandainya pekerja tetap memaksakan diri masuk, kartu akses mereka akan terbaca oleh sistem dan mendapatkan peringatan yang juga dikirimkan kepada atasan pekerja yang bersangkutan. Melalui upaya seperti itu, potensi penyebaran virus di lingkungan kerja dapat diminimalisasi.

    Hingga saat ini, PT CPI masih menerapkan bekerja jarak jauh bagi pekerja dengan jenis pekerjaan kantor. Untuk menjaga kinerja karyawan, Perusahaan melakukan beberapa antisipasi di antaranya meningkatkan kapasitas jaringan, menyediakan tambahan cara akses ke sistem IT, meningkatkan sistem keamanan data, dan menjaga serta menambah sistem kolabarasi yang lebih andal.

    Program tahunan tentang pelatihan dan penilaian cara kerja yang ergonomis tetap dilakukan agar karyawan terhindar dari repetitive stress injuries (RSI). RSI merupakan sejenis cedera pada persendian akibat ketegangan pada otot atau saraf karena suatu aktivitas fisik tertentu yang dilakukan secara kontinyu dan dalam jangka waktu lama. Sedangkan bagi pekerja yang harus ke lapangan, perusahaan menyusun berbagai prosedur untuk melindungi mereka dari potensi paparan virus.

    Salah satunya adalah program kompartementalisasi, para pekerja wajib menjalani karantina dan tes PCR setiap kali hendak bekerja di fasilitas yang kritikal. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, kinerja operasi PT CPI tetap kokoh dan bahkan mampu melampaui target produksi minyak yang ditetapkan pemerintah pada 2020.

    "Kami sangat bangga dengan komitmen seluruh pekerja untuk senantiasa menjaga kedisipinan terhadap protokol kesehatan dan tetap produktif meski di tengah pandemi," ungkap Winu.

    Jumlah pekerja di PT CPI, termasuk para mitra kerja, mencapai lebih dari 26 ribu orang. Selain digunakan di PT CPI yang berlokasi di Riau, solusi digital yang telah dibuat juga dimanfaatkan untuk operasi Chevron lainnya di Jakarta dan Kalimantan Timur. Berbagai solusi digital tersebut juga mendapatkan pengakuan dari kantor pusat Chevron di AS dan menjadi bahan pembelajaran bagi unit bisnis Chevron di negara-negara lain.

    PT CPI merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Pemerintah Indonesia yang mengoperasikan Blok Rokan di Riau. Dalam mengoperasikan blok migas, PT CPI bekerja di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. Dengan inovasi dan komitmen karyawan yang sangat terampil dan berdedikasi, PT CPI menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id