Luhut Negosiasi dengan Beberapa Negara untuk Buka Travel Bubble

    Antara - 09 April 2021 08:46 WIB
    Luhut Negosiasi dengan Beberapa Negara untuk Buka <i>Travel Bubble</i>
    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: am2018bali



    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tengah melakukan negosiasi dengan sejumlah negara untuk bisa membuka kerja sama travel bubble ke Bali. Diharapkan langkah ini bisa berdampak positif terhadap industri pariwisata di Tanah Air.

    "Kami memang sedang menjajaki negosiasi dengan beberapa negara untuk membuka travel bubble wisman dengan Bali," katanya, dalam Forum Ekonomi dan Investasi Bali 2021, dilansir dari Antara, Jumat, 9 April 2021.






    Luhut menyampaikan saat ini pemerintah memang berupaya untuk menarik kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) untuk berpariwisata di Indonesia, khususnya di Bali. Tentunya, hal ini akan dilaksanakan di bawah protokol kesehatan yang ketat.

    Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terpuruk karena pandemi covid-19. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memulihkan sektor tersebut di Bali, sebagai daerah yang sebagian besar perekonomiannya hidup dari sektor pariwisata.

    Luhut mengungkapkan, ada tiga kunci pemulihan ekonomi Bali dalam jangka pendek. Ia menyebut kunci keberhasilan pemulihan Bali dapat terwujud melalui pengendalian kasus covid-19 yang semakin baik, percepatan proses vaksinasi di Bali sehingga dapat terbentuk kekebalan kelompok, serta protokol kesehatan yang ketat.

    "Perlu dibuat ketat protokol kesehatan terutama untuk para wisatawan mancanegara yang disepakati dengan negara asal wisman tersebut," katanya.

    Dengan kasus covid-19 yang membaik, Luhut yakin bahwa tingkat kepercayaan wisatawan domestik akan semakin meningkat sehingga aktivitas ekonomi secara gradual bisa kembali normal.

    Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, Luhut menyampaikan perlunya pengembangan wisata medis serta diversifikasi kepada sektor-sektor di luar pariwisata, seperti sektor kelautan dan budi daya perikanan serta pertanian.

    "Sudah ada beberapa investor yang berminat untuk ini. Dengan wisata medis yang berkembang, maka durasi menginap dari wisatawan yang datang akan lebih panjang," pungkas Luhut.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id