Pertanian Jadi Stabilisator Pemulihan Ekonomi saat Pandemi Covid-19

    Antara - 18 Februari 2021 09:34 WIB
    Pertanian Jadi Stabilisator Pemulihan Ekonomi saat Pandemi Covid-19
    Ilustrasi. FOTO: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE



    Jakarta: Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai sektor pertanian telah menjadi stabilitator dalam pemulihan ekonomi di tengah dampak pandemi covid-19.

    Menurut Tauhid, sektor pertanian mampu tumbuh positif dan berkontribusi baik dari segi kinerja ekspor, maupun peningkatan penyerapan tenaga kerja dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Diharapkan kondisi ini bisa terus membaik dan lebih berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.




    "Sektor pertanian menjadi stabilisator untuk pemulihan ekonomi dari sisi pertumbuhan, tenaga kerja, ekspor dan (pengurangan) kemiskinan. Tetapi ke depan tantangannya saya kira masih cukup berat," kata Tauhid, dilansir dari Antara, Kamis, 18 Februari 2021.

    Tauhid mengungkapkan bahwa 2021 sektor pertanian akan tetap mampu bertumbuh positif seperti 2020. Dalam mencapai target ketersediaan pangan pada tahun ini, ia menilai, sektor pertanian memerlukan dukungan dari banyak pihak, termasuk pemerintah kepada petani.

    Terkait dengan produktivitas, Tauhid mengatakan ketersediaan pupuk subsidi harus terus diantisipasi karena akan memengaruhi keberhasilan target produksi yang sudah ditetapkan. Di sisi lain, Kementerian Pertanian juga mengalami pemotongan anggaran yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp6,3 triliun dari pagu awal Rp21,83 triliun menjadi Rp15,5 triliun.

    "Saya kira diperlukan intervensi yang lebih serius bagaimana kita bisa melakukan perubahan besar dari sisi investasi masyarakat, kemudian subsidi pupuk yang diperlukan termasuk tadi mengantisipasi kebijakan perdagangan untuk impor serta dukungan stakeholder lainnya," kata dia.

    Seperti diketahui, sektor pertanian berhasil tumbuh positif sebesar 1,75 persen, ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi 2,07 persen pada 2020.

    Berdasarkan data BPS, pertanian merupakan satu dari tujuh sektor yang tumbuh positif, sedangkan 10 sektor lainnya mengalami kontraksi. Dalam struktur PDB Indonesia, kontribusi sektor pertanian menyumbang cukup besar, yakni 13,7 persen.

    Kemudian, ekspor pertanian selama pandemi juga menunjukkan kinerja positif sebesar 14,03 persen, meski total ekspor nasional secara keseluruhan mengalami kontraksi 2,61 persen.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id