Kunjungi Demak, Mentan Dorong Penumbuhan Korporasi Petani

    Gervin Nathaniel Purba - 16 Oktober 2020 09:27 WIB
    Kunjungi Demak, Mentan Dorong Penumbuhan Korporasi Petani
    Mentan Syahrul, saat meninjau penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) Korporasi Petani Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya, di Desa Mlantiharjo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Kementan)
    Demak: Pemerintah tengah fokus menggairahkan penumbuhan korporasi petani di berbagai daerah. Hal ini berguna untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, pengembangan produk turunan dan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri, serta pengembangan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, penumbuhan korporasi petani menjadi salah satu program prioritas yang harus diwujudkan untuk membangun proses bisnis dari hulu ke hilir yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan, salah satunya pandemi covid-19 saat ini. 

    Korporasi petani juga ditargetkan berimplikasi pada penumbuhan semangat generasi milenial untuk terjun memajukan sektor pertanian yang inovatif dan berdaya saing.

    "Korporasi Citra Kirana di Demak ini merupakan salah satu pioner yang mampu berkreasi mempertemukan berbagai komoditas dan kelompok tani yang disatukan dalam satu korporasi. Korporasi seperti ini yang diminta Bapak Presiden Jokowi untuk kita tumbuhkan dan kembangkan ke semua daerah," ujar Mentan Syahrul, saat meninjau penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) Korporasi Petani Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya, di Desa Mlantiharjo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2020.

    RMU Korporasi Petani KSU Citra Kinaraya membina para petani memproduksi aneka beras khusus dari varietas padi yang diciptakan sendiri. Seperti beras hitam, beras sultan wangi pulen, beras merah, beras genki, beras cokat, dan beras melati (ameka susi). Beras dipasarkan sendiri ke seluruh Indonesia dengan harga jual Rp16 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram (kg), sehingga margin yang tinggi dinikmati langsung petani.

    Syahrul menekankan, pengembangan korporasi ke depan akan diperluas dimensinya, sehingga tidak hanya mengelola seluruh rantai produksi usaha tani dengan teknologi modern, pengolahan, budidaya, pasca panen, dan pemasaran. Namun juga hingga mampu menciptakan produk turunan dari komoditas yang ada. 

    "Tugas saya dan Pak Bupati (Demak) ke depan dan kita bicarakan dengan Pak Gubernur adalah bagaimana ke depan korporasi ini bisa membuat produk turunan dari beras. Misalnya chemical, minyak, tepung, bahkan bedak. Ini bisa saja kita ciptakan untuk benar-benar menambah nilai tambah, kesejahteraan petani, dan tingkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya.

    Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan, Kementan telah menjalankan program propaktani (program pengembangankKorporasi tanaman pangan) guna secara nyata menggeliatkan penumbuhan korporasi petani. 

    Selain di Demak, pola korporasi petani sudah berjalan di beberapa lokasi. Seperti di Tuban, Lampung, Kalsel, Sulut, dan Lombok. Tahun ini akan direplikasi di 130 kabupaten. Saat ini sudah terbentuk 21 korporasi di 21 kabupaten.

    "Korporasi petani merupakan langkah nyata dalam upaya pemerintah mengantipasi dan melakukan stabilisasi harga jual petani karena petani tidak lagi menjual dalam bentuk gabah, namun beras. Pada musim panen pun petani selalu mendapatkan jaminan harga yang menguntungkan karena tidak di bawah harga pembelian pemerintah dan terlebih harga tidak lagi ditentukan tengkulak," ujarnya.

    Sementara itu, Heri Sugiartono, pengelola korporasi petani KSU Citra Kinaraya mengapresiasi dukungan dari pemerintah melalui Kementan. Bantuan untuk pengembangan korporasi petani sangat dirasakan manfaatnya. Seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya combine harvester, vertical dryer, dan RMU.

    kedatangan Mentan Syahrul hari ini memberikan dukungan sangat besar, agar korporasi ini lebih berkembang dan memberikan manfaat besar kepada para petani. Dukungan tidak hanya produksi dan pemasaran untuk ekspor, bahkan kami kembangkan produk turunan beras siap dibantu penuh," tutur Heri.

    Perlu diketahui, korporasi petani KSU Citra Kinayara ini mengembangkan padi di Kabupaten Demak lebih dari 100 hektare. Selain itu, membina juga petani di kabupaten lain, yakni Pati, Sragen, Banyumas Purwodadi, Kudus, dan Kendal. Kapasitas RMU atau penggilingan padinya mencapai lima ton per hari, dan dalam operasionalnya 1,2 bulan mencapai 100 ton beras.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id