29,12 Juta Penduduk Terdampak Pandemi Covid-19

    Annisa ayu artanti - 24 November 2020 15:31 WIB
    29,12 Juta Penduduk Terdampak Pandemi Covid-19
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Pemerintah mencatat sebanyak 29,12 juta orang terdampak pandemi covid-19. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran karena covid-19 sebanyak 2,56 juta orang.

    Kemudian jumlah masyarakat bukan angkatan kerja terkena dampak covid-19 sebesar 760 ribu orang. Lalu, masyarakat yang tidak bekerja karena covid-19 sebesar 1,77 juta orang, dan masyarakat yang bekerja tetapi mengalami pengurangan jam kerja sebanyak 24,03 juta orang.

    "Pandemi yang terjadi selama ini menyebabkan kenaikan jumlah penganggur menjadi 9,7 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen di Indonesia," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam Peluncuran Hasil Analisis Dampak Covid-19 terhadap Perluasan Kesempatan Kerja dan Implikasinya, Selasa, 24 November 2020.

    Ida juga menuturkan adanya pandemi menimbulkan tantangan besar bagi sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Apalagi, 57 persen penduduk bekerja memiliki pendidikan SMP ke bawah dengan skill terbatas.

    Kendati demikian, Ida mengakui selain berdampak pada perubahan angka statistik ketenagakerjaan, pandemi covid-19 juga mempercepat proses transformasi ketenagakerjaan yang sudah berlangsung akibat revolusi Industri 4.0.

    Menurutnya, pandemi tidak hanya membuat industri menerapkan work from home, tetapi juga mengubah pola konsumsi masyarakat secara luas.

    Pandemi menuntut masyarakat untuk cepat beradaptasi dengan segala perubahan, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi digital yang merupakan inti dari revolusi industri 4.0. Teknologi membuat pekerjaan menjadi sangat fleksibel baik secara waktu maupun tempat, sehingga pekerjaan tidak lagi harus dikerjakan dari kantor dengan jam kerja yang monoton. Pandemi membentuk tatanan kehidupan dan dunia kerja baru.

    "Ini merupakan dampak dari pandemi yang juga harus diantisipasi agar kita tidak tertinggal dan salah mengambil langkah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat saat ini," ucapnya.

    Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan pandemi tersebut, Ida melanjutkan diperlukan kebijakan yang tepat untuk menanggulangi dampak dari pandemi ini di sektor ketenagakerjaan.

    "Selain untuk melindungi dan mengembalikan kesejahteraan pekerja dan masyarakat yang terdampak pandemi, Kita juga harus mempersiapkan SDM pekerja kita sebaik mungkin, meningkatkan kompetensinya, melalui pelatihan vokasi yang tepat, agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pascapandemi," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id