comscore

Pengamat: Kebijakan Ekonomi Airlangga saat PPKM Dianggap Tepat

Al Abrar - 28 Juli 2021 14:16 WIB
Pengamat: Kebijakan Ekonomi Airlangga saat PPKM Dianggap Tepat
Pasar tradisional. Foto : Medcom.
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan sejumlah kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ada beberapa pelonggaran, serta bantuan sosial dan insentif untuk dunia usaha.

Pengamat ekonomi Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai kebijakan pelonggaran saat perpanjangan PPKM sangat tepat. Pelonggaran yang diberikan seperti menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sewa toko atau outlet, memperbolehkan usaha-usaha kecil untuk tetap buka dengan protokol kesehatan ketat sampai jam tertentu.
"Menurut hemat saya sudah tepat untuk menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat," kata Rahma saat dihubungi, Rabu, 28 Juli 2021.

Menurut Rahma, dengan adanya kelonggaran tersebut dapat menjaga kestabilan ekonomi akan berimbas pada masyarakat menengah ke bawah. Saat ini, sambung Rahma, masyarakat tidak bisa leluasa untuk melakukan usaha karena pembatasan mobilitas terutama warung-warung penjual makanan/kuliner. 

Rahma mengakui PPKM ini sebenarnya sangat tidak diharapkan. Sebab akan berdampak pada menurunnya sendi-sendi ekonomi dan sosial dan dapat menurunnya imun.

"Dengan langkah pemerintah ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak," ujar Rahma.

Baca: Airlangga Jamin Keamanan 21,2 Juta Vaksin Sinovac yang Baru Tiba di RI


Rahma mengakui, alternatif memperpanjang PPKM darurat memang pilihan sulit. Tak ada pilihan lain untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang begitu menakutkan. Apalagi saat ini Indonesia menjadi ranking tertinggi kasus kematian di dunia. 

"Nah salah satunya jalan ya harus memberlakukan lagi PPKM level empat ini," ujar Rahma.

Jadi, sambung Rahma, dengan adanya kelonggaran seperti menanggung PPN atas sewa toko atau outlet, memperbolehkan usaha-usaha kecil untuk tetap buka langkah yang tepat. 

"Sangat baik untuk menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat terutama menjaga masyarakat tidak terlampau stres," ujar Rahma. 

Sebelumnya Airlangga Hartarto yang juga yang juga Ketua KPCPEN menjelaskan PPKM level empat diterapkan pada 95 Kabupaten/Kota di tujuh Provinsi di Jawa dan Bali dan 45 Kabupaten/Kota di 21 Provinsi di luar Jawa dan Bali. 

PPKM level tiga akan diterapkan pada 33 Kabupaten/Kota di tujuh Provinsi di Jawa dan Bali, dan 276 Kabupaten/Kota di 21 Provinsi di luar Jawa dan Bali. PPKM level dua akan diterapkan pada 65 Kabupaten/Kota di 17 Provinsi di luar Jawa dan Bali.

Sementara PPKM level empat dan tiga didasarkan atas tiga faktor utama, yaitu indikator laju penularan kasus, respon sistem kesehatan yang berdasar pada panduan dari WHO, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. 

Berdasarkan pertimbangan tersebut, untuk PPKM level empat yang dilanjutkan diiringi dengan sejumlah kelonggaran.

Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari, diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat. Pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari, bisa buka dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai dengan pukul 15.00 waktu setempat dan pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh Pemda.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat, yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemda.

Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 20.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.


(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id