comscore

Diapresiasi Luhut, Begini Isi Kerja Sama Kurangi Emisi Pertamina dengan ExxonMobil

Nia Deviyana - 03 November 2021 10:38 WIB
Diapresiasi Luhut, Begini Isi Kerja Sama Kurangi Emisi Pertamina dengan ExxonMobil
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: Kemenko Kemaritiman dan Investasi
Glasgow: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kerja sama Pertamina dengan ExxonMobil dalam penerapan teknologi rendah karbon dan Carbon Capture and Utilization and Storage (CCUS).

Luhut meyakini kolaborasi tersebut akan memperkuat kemitraan strategis yang berkelanjutan antara Pertamina dan ExxonMobil yang telah terjalin sejak 1970-an di sektor hulu dan hilir. Peluang yang dikaji kedua perusahaan di Indonesia merupakan kombinasi dari kebijakan pemerintah yang tepat.

 



"Dan kolaborasi industri akan berpotensi memberikan dampak yang luar biasa di sektor-sektor yang menyumbang emisi tertinggi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara," ujar Luhutm melalui keterangan tertulis yang dikutip Medcom.id, Rabu, 3 November 2021.

Dalam menghadapi perubahan iklim global, Luhut menegaskan, sangat penting untuk mengambil langkah-langkah pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk mengatasi peningkatan suhu global agar tidak melebih 1,5 derajat celcius.

Pada kaitan pengurangan emisi di sektor hulu, Pertamina telah menginisiasi beberapa proyek CCUS pada lapangan migas dengan potensi pengurangan karbondioksida hingga 18 juta ton.

Salah satu pengembangan teknologi CCUS dilakukan di Lapangan Gundih, Cepu, Jawa Tengah yang terintegrasi dengan teknologi Enhanced Gas Recovery (EGR) dan berpotensi mengurangi sekitar tiga juta ton CO2 dalam 10 tahun dan meningkatkan produksi migas. Proyek direncanakan beroperasi pada 2026.

"Penerapan teknologi CCUS merupakan bagian dari agenda transisi energi menuju energi bersih yang tengah dijalankan Pertamina. Teknologi rendah karbon ini akan mendukung keberlanjutan bisnis Pertamina di masa depan,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Tantangan pengembangan CCUS terletak pada nilai investasi yang besar dan nilai keekonomian yang belum ideal. Tantangan ini, Pertamina terus melakukan sinergi dan kerja sama dengan berbagai perusahaan migas dunia sehingga dapat mengakselerasi implementasi CCUS melalui transfer technology, joint development dan peningkatan capacity building.  

Bersama ExxonMobil, Pertamina mengembangkan penerapan teknologi rendah karbon untuk mencapai emisi net zero dalam mempromosikan global climate goals. Teknologi CCS diaplikasikan melalui penerapan proses injeksi CO2 ke dalam lapisan subsurface untuk diterapkan pada depleted reservoir di wilayah kerja Pertamina, serta mengkaji potensi skema hubs and cluster.

Pertamina dan ExxonMobil juga akan mengkaji terkait berbagi data technical subsurface yang diperlukan untuk penilaian subsurface formation sebagai tempat menyimpan CO2 dan karakteristiknya di lokasi tertentu di Indonesia. Kedua perusahaan juga akan mengkaji terkait berbagi data infrastruktur termasuk data pipa, fasilitas dan sumur untuk mengevaluasi penggunaan ulang infrastruktur yang ada untuk transportasi.

Aplikasi teknologi ini juga dapat diterapkan pada produksi blue hydrogen yang dikombinasikan dengan teknologi CCS. Aplikasi lainnya yang akan dikaji adalah CCUS yaitu pemanfaatan CO2 yang akan diubah menjadi produk bernilai tambah yang penerapannya dilakukan di industri hulu dan hilir migas.

 

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id