Demi Beri Manfaat Seimbang, Insentif Harga Gas Industri Perlu Dievaluasi

    Suci Sedya Utami - 24 Juni 2021 16:28 WIB
    Demi Beri Manfaat Seimbang, Insentif Harga Gas Industri Perlu Dievaluasi
    Ilustrasi jaringan gas bumi. Foto: Kementerian ESDM



    Jakarta: Implementasi insentif penurunan harga gas bumi menjadi USD6 per million british thermal unit per day (MMBTU) ditingkat konsumen industri dinilai perlu dievaluasi menyeluruh agar memberikan manfaat yang seimbang bagi semua pihak.

    Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan, untuk menurunkan  harga gas bumi sebesar USD6 per MMBTU sampai tingkat konsumen, negara harus berkorban mengurangi pendapatannya dari sektor hulu migas. Ini pun berujung pada berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas ke daerah.

     



    "Mengenai berkurangnya DBH perlu sosialisasi dalam keputusan negara untuk membikin harga murah pada gas," kata Satya dalam IGS Webinar Series 6, Kamis, 24 Juni 2021.

    Menurut Satya, pelaksanaan kebijakan tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi penerimaan negara dari sektor hulu migas, hingga pendapatan negara dari pajak dan daya saing industri yang mendapat insentif harga gas USD6 per MMBTU.

    "Niatan kita membuat industri kompetitif ini sudah luar biasa. mudah-mudahan ada balance apa yang sudah dikorbankan," ujar dia.

    Deputi Keuangan dan Monetisasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Arief Setiawan Handoko mengatakan, setoran pajak tujuh sektor industri yang mendapat penyesuaian harga gas pun merosot. Tercatat pada 2019 sebesar Rp44,89 triliun, di 2020 menjadi Rp40,09 triliun, dan kuartal I 2021 sebesar Rp10,23 triliun.
     
    "Dampak penerimaan pajak kalau dibandingkan 2019 ke  2021 pajak kok tidak meningkat, tetapi dari 2019 (malah) turun," ujar dia.

    Arif menambahkan penurunan ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya pelemahan ekonomi akibat pandemi covid-19. "Perlu kita ingat ini dalam kondisi tidak normal, 2020 tekanan harga minyak rendah," tutur dia.

    Lebih lanjut, Arif menambahkan kebijakan penurunan harga gas penting untuk dievaluasi dengan pertimbangan perekonomian dalam negeri. SKK Migas pun telah melakukan evaluasi terhadap tambahan industri yang mendapat insentif harga gas USD6 per MMBTU, dengan memperhatikan kemapanan industri.

    "Tentunya untuk melakukan ini pemerintah sudah membentuk tim evaluasi melalui Kepmen ESDM 69/2020 dari hulu sampai hilir melakukan evaluasi penetapan harga gas bumi, pengkinian data calon pengguna gas bumi, terkait penerimaan negara yang mengkompensasi penurunan harga gas," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id