Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Hasil Tembakau Dinilai Mendesak

    Eko Nordiansyah - 21 Juli 2021 15:29 WIB
    Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Hasil Tembakau Dinilai Mendesak
    Tembakau. Foto : Medcom.id.



    Jakarta: Upaya pemerintah untuk mengendalikan konsumsi tembakau di Indonesia sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dapat dilakukan dengan menerapkan penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT).

    Asisten Deputi Fiskal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gunawan Pribadi mengatakan kebijakan cukai hasil tembakau di Indonesia saat ini memang kompleks dengan berbagai persoalan. Salah satunya, banyaknya struktur tarif CHT yang berlapis yakni mencapai 10 golongan tarif.

     



    "Kita memang saat ini mengarahnya kepada simplifikasi atau penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau, karena sistem ini lebih best practice dan memberi benefit," katanya dalam webinar, Rabu, 21 Juli 2021.

    Sementara itu, Peneliti dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia Renny Nurhasana melihat struktur tarif CHT saat ini masih mengakomodasi variasi harga rokok sehingga perokok masih bisa memilih produk yang harganya lebih murah. Untuk itu, penyederhanaan tarif CHT perlu dilakukan dengan segera.

    "Penyederhanaan struktur tarif CHT membuat variasi harga rokok berkurang. Harga rokok menjadi lebih tinggi, dan insentif untuk menciptakan merek baru berkurang. Dampaknya, masyarakat tidak dapat beralih untuk membeli rokok dengan harga yang lebih murah di pasaran," ungkapnya.

    Renny menambahkankan, penyederhanaan struktur tarif CHT juga mendukung tujuan RPJMN 2020-2024. Salah satunya adalah menekan atau mengurangi prevalensi perokok di Indonesia, terutama perokok anak dan remaja menjadi 8,7 persen pada 2024.

    Sementara itu, Program Manager di Perkumpulan Prakarsa Herni Ramdlaningrum juga mendesak pemerintah untuk menyederhanakan struktur tarif CHT di Indonesia. Menurut dia, struktur yang rumit juga membuat penerimaan negara dari cukai rokok menjadi tidak optimal.

    "Struktur cukai rokok di Indonesia itu terlalu berlapis-lapis sampai 10 lapis. Sehingga, harga rokoknya itu selalu terjangkau. Sangat bisa (pabrikan) untuk melakukan penghindaran pajak dengan membayar tarif yang lebih murah, karena struktur yang terlalu rumit sehingga pengawasan oleh otoritas juga menjadi sulit," ujar dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id