Airlangga: Di Tengah Pandemi, Pemerintah Terus Melaksanakan Pembangunan Berkelanjutan

    Husen Miftahudin - 15 Juni 2021 12:54 WIB
    Airlangga: Di Tengah Pandemi, Pemerintah Terus Melaksanakan Pembangunan Berkelanjutan
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom.



    Jakarta: Pemerintah memastikan komitmennya dalam melaksanakan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Meski di tengah pandemi covid-19, pemerintah terus mencari terobosan baru agar dapat melakukan lompatan dalam mencapai target SDGs.

    "Pandemi covid-19 justru menjadi momentum bagi kita semua untuk mengevaluasi pentingnya penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam seluruh aktivitas ekonomi," ucap Airlangga dalam webinar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Selasa, 15 Juni 2021.

     



    Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan sudah diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam RPJMN tersebut, pembangunan berkelanjutan ditetapkan sebagai salah satu aspek pengarusutamaan dengan tujuan untuk memberikan akses pembangunan yang adil dan inklusif serta menjaga lingkungan hidup.

    "Dengan demikian, pembangunan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya," paparnya.

    Guna memastikan transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan tetap berjalan di tengah upaya pemulihan ekonomi, jelas Airlangga, pemerintah telah memprioritaskan sektor yang mengutamakan aspek keberlanjutan. Salah satu contohnya adalah mempromosikan pembangunan energi terbarukan seperti kebijakan mandatori B30, serta pemanfaatan panas bumi dan tenaga surya.

    "Contoh lain adalah pertanian kelapa sawit berkelanjutan, ecotourism, pengembangan mobil berbasis listrik, serta pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Berwawasan Lingkungan," papar dia.

    Komitmen promosi pembangunan energi terbarukan yang dilakukan pemerintah sudah sesuai dengan Perjanjian Paris atau Paris Agreement dimana pembangunan berbasis rendah karbon terus diupayakan melalui penurunan jumlah dan intensitas emisi pada bidang prioritas yang meliputi energi, lahan, limbah industri, dan kelautan.

    "Di sisi lain, melalui Nationally Determined Contribution atau NDC, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen di 2030 dari kondisi business as usual," jelasnya.

    Adapun upaya inovatif yang telah diinisiasi pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut antara lain melalui uji coba perdagangan karbon dan sektor ketenagalistrikan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang telah diluncurkan pada 17 Maret 2021.

    "Uji coba EU Emission Trading System (EU ETS) ini diperlukan untuk mendorong efisiensi PLTU dan menurunkan emisi karbon. Upaya ini juga menunjukkan kesiapan Indonesia untuk pengembangan perdagangan karbon, baik di domestik maupun internasional," tutup Airlangga.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id