Tren Pemesanan Hotel Berubah untuk Isolasi Mandiri

    Ilham wibowo - 07 Juni 2020 17:04 WIB
    Tren Pemesanan Hotel Berubah untuk Isolasi Mandiri
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Industri hospitality dipaksa untuk mampu beradaptasi dengan pandemi covid-19 dan bersiap menghadapi fase kenormalan baru. Selain protokol kesehatan, inovasi layanan perlu terus dilakukan guna menjaga keberlangsungan bisnis.

    Country Head Emerging Business OYO Indonesia Eko Bramantyo memaparkan industri hospitality mengalami perubahan dari tren pemesanan kamar hotel maupun penginapan. Pemesanan kamar dalam satu bulan terakhir lebih banyak dilakukan untuk jangka panjang dengan rata-rata durasi menginap 7-14 hari dibandingkan kondisi normal yang hanya 1-3 hari.

    Tren ini diperkirakan juga didukung adanya imbauan untuk melakukan isolasi mandiri setidaknya selama 14 hari. Kemudian didominasi oleh mereka yang tidak dapat bekerja dari rumah, seperti para tenaga medis dan pekerja di sektor vital seperti perbankan dan logistik.

    "Sebagai langkah konkretnya, secara global fokus kami adalah untuk memastikan sumber pendapatan terus optimal, baik dari sisi bisnis akomodasi maupun non akomodasi, sambil terus memastikan OYO tetap memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan," kata Eko melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 7 Juni 2020.

    Beradaptasi pada perubahan menjadi kunci bagi pelaku industri hospitality untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi yang signifikan.

    Sebagai pelaku industri, OYO menyiapkan strategi bisnis jangka panjang dan fokus jangka pendek terarah untuk menjaga kekuatan finansial, independensi, operasional, dan performa bisnis perusahaan.

    "Penyesuaian yang kami lakukan saat ini pun tetap mempertimbangkan skala prioritas bagi karyawan dan mitra kami; yaitu memastikan setiap karyawan kami tidak kehilangan pekerjaannya serta terus mendukung bisnis mitra kami agar tetap berjalan di tengah situasi sulit ini,” ungkapnya.

    Menurut Eko, pihaknya juga mengupayakan langkah untuk menekan dampak pandemi bagi para karyawan, mitra, dan pelanggan. Inisiatif program dengan membuka okupansi untuk isolasi mandiri bagi tenaga medis yang berada di garda depan penanganan covid-19.

    Fasilitas untuk isolasi mandiri juga untuk membantu para wisatawan yang terpaksa terisolasi di sejumlah wilayah, serta membantu masyarakat setempat yang membutuhkan atau disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

    “Kami menyadari bahwa solidaritas dan kolaborasi yang terintegrasi menjadi kunci untuk mempercepat penanganan covid-19 dan meminimalisir dampaknya. Kami mengapresiasi OYOpreneur, para mitra, pemerintah dan otoritas setempat hingga rumah sakit di berbagai negara tempat kami beroperasi yang telah mendukung inisiatif OYO untuk turut membantu penanganan pandemi ini," ungkapnya.

    Eko menambahkan bahwa pihaknya terus mendukung para mitra agar bisnis mereka tetap berjalan melewati kondisi sulit ini agar mampu beradaptasi dengan kenormalan baru nantinya. Rekomendasi strategi bisnis yang relevan dengan situasi pandemi ini terus digulirkan selain menerapkan standar khusus protokol kesehatan.

    “Sebagai perusahaan akomodasi berbasis teknologi, DNA OYO fokus melakukan inovasi baik secara operasional maupun bisnis, guna memberikan solusi bagi para mitra dan pelanggan. Pandemi memang memberikan tantangan berat, namun komitmen kami adalah tetap untuk memberikan pelayanan terbaik dengan beradaptasi pada kondisi pasar,” tutup Eko.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id