Pemerintah Tambah Subsidi Bunga KUR Rp4,967 Triliun

    Antara - 03 Juni 2020 22:05 WIB
    Pemerintah Tambah Subsidi Bunga KUR Rp4,967 Triliun
    Ilustrasi debitur UMKM - - Foto: Antara/ Saiful Bahri
    Jakarta: Pemerintah menambah subsidi anggaran bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp4,967 triliun. Tambahan subsidi bunga tersebut untuk merelaksasi pinjaman bagi 8,33 juta debitur UMKM.

    Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan pemerintah memutuskan sejumlah regulasi khusus terkait pelaksanaan stimulus relaksasi bagi debitur dan para pelaku koperasi dan UMKM terdampak covid-19.

    “Kebijakan KUR bagi calon penerima KUR terdampak covid-19 terdiri dari beberapa bentuk, yakni relaksasi pemenuhan persyaratan administrasi, seperti surat keterangan usaha, NPWP atau dokumen lainnya, dan/atau relaksasi pemenuhan berupa penundaan sementara penyampaian dokumen administrasi, sampai berakhirnya pandemi covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Hanung dikutip dari Antara, Rabu, 3 Juni 2020.

    Selain itu, kebijakan bagi para penerima KUR terdampak juga termasuk pemberian tambahan berupa subsidi bunga/margin KUR sebesar enam persen selama tiga bulan pertama, dan tiga persen selama tiga bulan kedua, selama enam bulan, paling lama hingga 31 Desember 2020.

    Sementara, relaksasi ketentuan khusus KUR bagi para penerima KUR terdampak covid-19 berupa penundaan pembayaran angsuran pokok paling lama enam bulan, berlaku mulai 1 April 2020 hingga 31 Desember 2020.

    Terdapat pula restrukturisasi kredit berupa perpanjangan jangka waktu, penambahan limit plafon KUR, dan/atau penundaan pemenuhan persyaratan administratif dalam proses restrukturisasi, sampai dengan berakhirnya pandemi covid-19.

    “Ada sejumlah persyaratan untuk bisa mendapatkan perlakuan khusus bagi para penerima KUR terdampak pandemi covid-19,” ungkap dia.

    Sejumlah persyaratan yang ditetapkan dari sisi kualitas kredit per 29 Februari 2020, dengan kolektabilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2), dan tidak sedang dalam masa restrukturisasi atau kolektibilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2), serta dalam masa restrukturisasi.

    “Jika itu terpenuhi, maka dapat diberikan stimulus, dengan syarat restrukturisasi berjalan lancar sesuai PK restrukturisasi, serta tidak memiiki tunggakan bunga dana atau pokok,” tambah dia.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id