Proyek Jambaran Tiung Biru Tak Terhambat Korona

    Suci Sedya Utami - 19 Maret 2020 13:22 WIB
    Proyek Jambaran Tiung Biru Tak Terhambat Korona
    Ilustrasi. Foto: AFP.
    Jakarta: PT Pertamina EP Cepu (PEPC) memastikan proyek Jambangan Tiung Biru (JTB) tetap akan beroperasi (onstream) pada Juli 2021. Sehingga keinginan untuk bisa memasok gas ke Jawa Timur bisa tercapai.

    Pasalnya Jawa Timur diperkirakan akan mengalami shortage atau kekurangan gas pada 2021-2022. PEPC sebagai operator dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menyatakan bahwa penyebaran wabah korona (covid-19) di Tanah Air tidak akan menghambat target tersebut.

    Presiden Direktur PEPC Jamsaton Nababan mengatakan saat ini progres pengerjaan proyek JBT telah mencapai 56 persen dan masih tersisa 44 persen untuk mencapai target onstream kurang lebih 1,5 tahun mendatang.

    Sementara untuk pembangunan fasilitas gas atau gas processing facility (GPF) dalam proyek JTB saat ini, progresnya mencapai 54,94 persen. Hingga akhir tahun ini pembangunan GPF diperkirakan akan mencapai 94 persen, sementara secara keseluruhan proyek diramal akan mencapai 92 persen.

    Memang menurut Jamsaton ada keterlambatan atau delay 0,4 persen. Namun, hal tersebut merupakan sesuatu yang normal dalam pengerjaan proyek. Keterlambatan tersebut salah satunya diakibatkan oleh cuaca.

    Jamsaton mengatakan di tengah curah hujan yang sangat tinggi memang menjadi salah satu problem dalam pengerjaan proyek tersebut. Namun hal ini bisa diatasi dengan kerja sama antara PEPC dan PT Rekayasa Industri (Rekind) dalam proyek JTB dengan memasang sembilan pompa untuk menyedot air atau genangan saat hujan.

    Sementara dari sisi merebaknya virus covid-19, Jamsaton mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk memindahkan pabrik material yang sebelumnya berada di wilayah yang terserang korona.

    Ia mengakui memang ada pabrikan meterial bahan baku di Wuhan, Tiongkok yang diduga menjadi wilayah pertama merebaknya virus korona. Namun untuk mengantisipasi keterlambatan material, maka pabrikan dipindahkan dengan menggunakan milik PT Barata Indonesia (Persero).

    "Proyek on the track kami berkomitmen Juli 2021 bisa onstream," kata Jamsaton dalam virtual conference bersama media, Kamis, 19 Maret 2020.

    Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Rekind Yanuar Budinorman mengatakan dalam dua bulan ke depan, yakni April dan Mei pihaknya bersama PEPC akan mengejar ketertinggalan 0,4 persen tersebut dengan melakukan langkah-langkah percepatan di lapangan. Salah satunya yakni dengan penambahan tenaga kerja.

    Yanuar mengatakan untuk dua bulan ke depan ada penambahan sekitar 500-1.000 pekerja yang memang disesuaikan dengan rencana kerja. Tenaga kerja yang digunakan pun dia memastikan tidak ada dari asing.

    "Semua lokal dan itu terdiri dari karyawan PEPC, Rekind, daerah setempat dan lain-lain," ujar Yanuar.

    Dirinya pun mengatakan di tengah isu korona, perusahaan lebih proaktif untuk memastikan kondisi tenaga kerja di lapangan dengan menyediakan tenaga medis serta memberikan suplemen seperti vitamin dan makanan yang bergizi. Hingga saat ini belum ada tenaga kerja di proyek tersebut yang terineksi oleh korona.

    Terkait dengan belanja modal di tengah isu korona, Jamsaton memastikan tidak ada lonjakan. Lonjakan akan terjadi apabila proyeknya mundur dalam waktu yang lama. Sedangkan untuk saat ini proyek JBT masih on the track. Ia bilang belanja modal untuk proyek JBT masih dijaga sebesar USD1,547 milar. Dari total investasi tersebut sebesar USD983 juta digunakan untuk membangun GPF.

    Adapun belanja modal untuk GPF sebagian sudah dibayarkan pada Rekind sesuai dengan progres pembangunan GPF



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id