Legislator Apresiasi Upaya Pemprov Lampung Jaga Stabilitas Harga Pangan

    Gervin Nathaniel Purba - 03 April 2020 16:46 WIB
    Legislator Apresiasi Upaya Pemprov Lampung Jaga Stabilitas Harga Pangan
    Ilustrasi. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)
    Lampung: Anggota Komite IV DPD RI Abdul Hakim mengapresiasi sejumlah kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengantisipasi dampak wabah virus korona (covid-19). Salah satunya kebijakan untuk menjaga stok pangan dan stabilitas harga bahan pokok.

    “Dari hasil kunjungan, Pemprov Lampung sudah mengambil langkah antisipasi, yaitu pemberian jaminan sosial (social safety nets). Disnaker dan APINDO sudah koordinasi agar tepat sasaran. Kemudian, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok utama akan dilakukan operasi pasar,” kata Hakim setelah melaksanakan pertemuan dengan jajaran Pemprov Lampung, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 3 April 2020.

    Lebih lanjut, dari hasil kunjungannya, ketersediaan beras, gula, terigu, dan minyak goreng menjelang Ramadhan di Lampung cukup. Stok diyakini cuku untuk enam bulan ke depan.

    “Tapi untuk gula ada kenaikan harga. Ini perlu perhatian serius, apakah ada masalah di produksi atau jalur distribusi. Walaupun informasi yang saya terima, ada pabrik gula yang mengalami kendala teknis dan pembatasan impor,” ujar Hakim.

    Sementara itu, di tempat terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa kenaikan dan kelangkaan gula yang terjadi akhir-akhir ini diindikasikan karena adanya keterlambatan distribusi stok ke pasar. Kelangkaan di tengah wabah virus korona juga mengakibatkan panic buying masyarakat di sejumlah daerah. Untuk itu, Mentan meminta sejumlah pabrik gula di Indonesia untuk membantu ketersediaan gula konsumsi dan mempercepat pendistribusiannya hingga ke masyarakat.

    “Kami yakin stok aman. Kami punya persiapan 250 ribu ton gula dari pabrik-pabrik yang ada. Ditambah gula impor yang masuk hingga 150 ribu ton dan nanti Juni dari petani kita akan ada panen jumlahnya sekitar 500 ribu ton hingga 600 ribu ton,” kata Syahrul, saat meninjau gudang raw sugar dan gudang produk milik PT Permata Dunia Sukses Utama di Cilegon.

    Mantan Bupati Gowa dan Gubernur Sulsel mengajak pabrik gula refinasi untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat. “Kami minta untuk memproduksi gula pasir putih konsumsi dengan harga standard Rp12.500 per kg,” katanya..



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id