comscore

Dorong Agribisnis, Kementan Minta Petani Manfaatkan KUR

Eko Nordiansyah - 20 Mei 2022 17:06 WIB
Dorong Agribisnis, Kementan Minta Petani Manfaatkan KUR
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi (kanan). Foto Istimewa.
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) menilai petani membutuhkan permodalan yang mencukupi agar bisa membangun sistem agribisnis yang kuat. Saat ini ada berbagai program pemerintah yang bisa dimanfaatkan, salah satunya adalah kehadiran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, permodalan melalui KUR akan mendukung petani meningkatkan produktivitasnya. Apalagi ditambah pemanfaatan teknologi smart farming yang akan mendukung keberlangsungan sektor pertanian.
"Membangun agribisnis itu selain mengandalkan inovasi teknologi era 4.0 dan smart farming, kita juga mesti mempunyai KUR sebagai modal menggerakkan roda pembangunan agribisnis kita," kata dia dalam video conference, Jumat, 20 Mei 2022.

Hingga 2020, serapan KUR pertanian mencapai 1,9 juta debitur dengan realisasi Rp55,30 triliun atau 110,62 persen dari target Rp50 triliun. Pada 2021, jumlahnya mencapai 2,6 juta debitur dengan realisasi Rp85,62 triliun atau 122,31 persen dari target Rp70 triliun. Sedangkan target KUR Pertanian tahun ini sebesar Rp90 triliun.

Dedi menambahkan, petani dan praktisi pertanian harus menggunakan cara-cara cerdas dan memanfaatkan inovasi teknologi era 4.0 guna meningkatkan produktivitas, kualitas, dan kontinuitas pertanian. Selain itu, penyuluh juga harus memahami dan mengimplementasikan KUR untuk membangun agribisnis.

"Dua amunisi untuk mambangun program agribisnis nasional itu harus disampaikan kepada petani dan praktisi pertanian yang berdiri di garda terdepan pembangunan pertanian kita. Di saat yang sama, KUR dan smart farming harus juga disampaikan kepada seluruh penyuluh sebagai ujung tombak pertanian," ungkapnya.

Kementan menggelar pelatihan sejuta petani dan penyuluh untuk meningkatkan kompetensi petani dan penyuluh di Indonesia dalam proses pengajuan KUR. Tujuannya agar mereka dapat memanfaatkan KUR dalam mengembangkan usaha pertaniannya.

Hingga kemarin, realisasi registrasi peserta pelatihan sebanyak 1.334.735 peserta dengan rincian 26.903 penyuluh terdaftar, 1.290.245 petani terdaftar, 17.587 peserta lain terdaftar dengan capaian target sebesar 76.37 persen. Target peserta pelatihan sebanyak 1.747.635 peserta dengan total penyuluh pertanian 47.635 peserta dan petani 1,7 juta peserta.

"Pertanian yang maju, mandiri, dan modern mustahil tanpa intervensi penguatan modal. Dengan intervensi permodalan ini dimungkinkan tercapai peningkatan hasil yang bermuara pada peningkatan pendapatan petani," pungkas dia.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id