comscore

PNBP Migas 2021 Tembus Rp103,19 Triliun

Antara - 19 Januari 2022 16:09 WIB
PNBP Migas 2021 Tembus Rp103,19 Triliun
Ilustrasi aktivitas eksplorasi di hulu migas- - Foto; dok Pertamina
Jakarta: Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sektor minyak dan gas bumi (migas) sepanjang 2021 mencapai Rp103,19 triliun. Capaian tersebut terdiri atas PNBP SDA migas sebesar Rp97,98 triliun (tumbuh 130 persen) dan PNBP lainnya (DMO minyak) sebesar Rp5,21 triliun.

"Peningkatan PNBP ini disebabkan adanya kenaikan nilai ICP (Indonesia Crude Price), dan terjadinya stabilitas harga minyak dunia," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam konferensi pers daring, Rabu, 19 Januari 2022.

Tutuka mengungkapkan realisasi lifting migas 2021 yang juga masuk dalam penerimaan negara. Realisasi lifting minyak mencapai 647,89 MBOPD atau 91,89 persen dari target sebesar 705 MBOPD. Sementara itu, lifting gas bumi mencapai 981,98 MBOEPD atau 97,51 persen dari target sebesar 1.007 MBOEPD.

 



"ICP rata-rata USD68,47 per barel, atau 161 persen dari harga sebelumnya (target USD45 per barel)," terang dia.

Tutuka menjelaskan tidak tercapainya target lifting disebabkan oleh rendahnya posisi awal (low entry point) pada awal 2021, shutdown yang tidak terencana hingga tertundanya lapangan yang onstream di beberapa proyek.

"Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan upaya peningkatan dan pencapaian lifting migas, di antaranya optimasi fungsi pada lapangan existing, percepatan transformasi sumber daya untuk produksi dengan mempercepat POD lapangan baru dan rencana lapangan-lapangan yang tertunda," katanya.

Pemerintah, lanjut Tutuka, juga akan mengoptimalkan pemberian insentif dan memonetisasi penemuan yang belum dikembangkan. Pemerintah akan menerapkan enhanced recovery di lapangan yang berpotensi serta meningkatkan eksplorasi. Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat proses perizinan dan mempercepat penyelesaian masalah operasional di lapangan.

Adapun pada 2022 target lifting migas ditetapkan sebesar 705 MBOPD untuk minyak dan 1.036 MBOEPD untuk gas. Sedangkan ICP diproyeksikan rata-rata USD63 per barel. Sementara itu, realisasi investasi migas pada 2021 mencapai USD15,9 miliar atau sebesar 94,58 persen dari target USD16,81 miliar.

"Ada beberapa hambatan dalam pencapaian investasi migas, di antaranya berupa investasi hilir, khususnya pada kilang RDMP dan GRR Tuban terkait investasi," kata Tutuka.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id