Perdana, Pengembangan Proyek Gas Metana Batu Bara Gunakan Kontrak Gross Split

    Suci Sedya Utami - 17 Juni 2021 21:05 WIB
    Perdana, Pengembangan Proyek Gas Metana Batu Bara Gunakan Kontrak <i>Gross Split</i>
    Ilustrasi proyek gas metana batu bara - - Foto: dok MI



    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan amandemen Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) pada proyek Coal Bed Methane (CBM) atau gas metana batu bara di Tanjung Enim menggunakan skema gross split.

    Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan ini merupakan kali pertama skema gross split diterapkan pada blok migas non-konvensional (CBM) produksi. Perubahan Kontrak Kerja Sama (KKS) dari skema cost recovery menjadi skema gross split telah disetujui pada 4 Mei 2021 oleh Menteri ESDM.

     



    "Pengembangan Lapangan Tanjung Enim merupakan pengembangan CBM pertama di Indonesia," kata Arifin di Jakarta, Kamis, 17 Juni 2021.

    Arifin berharap dengan amandemen ini dapat memicu wilayah kerja (WK) atau Blok CBM lainnya untuk mengambil tahap eksploitasi dan memberikan multiplier effect di tingkat lokal, regional hingga nasional.

    Rencana pengembangan ini diperkirakan dapat meningkatkan produksi gas nasional pada 2023, dengan tingkat produksi puncak dari Lapangan A dan B Tanjung Enim sebesar 25,74 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) serta meningkatkan penerimaan negara dari bagi hasil dan pajak yang diperkirakan sebesar USD158 juta.

    "Dengan rencana investasi sebesar USD172 juta, diharapkan pengembangan lapangan ini akan memberikan dampak positif bagi Indonesia khususnya Sumatra Selatan di masa mendatang,' tutur dia.

    KKS Tanjung Enim pertama kali ditandatangani pada 2009. Kontraktor KKS CBM Tanjung Enim terdiri dari Operator Dart Energy (Tanjung Enim) Pte. Ltd. ("Dart Energy") dan mitranya, PT Bukit Asam Metana Enim (BAME) dan PT PHE Metra Enim.

    Hingga 2018, KKS CBM Tanjung Enim telah melakukan beberapa kegiatan eksplorasi, antara lain pemboran tiga sumur eksplorasi, enam core drilling dan tujuh production test. Berdasarkan data eksplorasi dan evaluasi bawah permukaan, Area A dan B memiliki cadangan CBM sebesar 127,93 miliar standar kaki kubik (BSCF) dari formasi Muara Enim.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id