PLN Rogoh Rp8 Miliar Hadirkan Listrik bagi Enam Desa di Tanggamus

    Suci Sedya Utami - 19 Juni 2021 17:10 WIB
    PLN Rogoh Rp8 Miliar Hadirkan Listrik bagi Enam Desa di Tanggamus
    Foto: dok MI.



    Bandar Lampung: PT PLN (Persero) menghadirkan listrik untuk enam desa di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Untuk menghadirkan listrik di enam desa tersebut, PLN mengalokasikan dana lebih dari Rp8 miliar.

    Keenam desa atau biasa disebut Pekon yang berhasil dialiri listriknya antara lain Pekon Margomulyo Kecamatan Semaka, Pekon Umbar Kecamatan Klumbayan, Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak, Pekon Teratas Kecamatan Kota Agung, Pekon Tanjung Agung Kecamatan Pugung dan Pekon Sanggi Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong.

     



    General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung I Gede Agung Sindu Putra mengatakan dalam proses menyelesaikan jaringan listrik pihaknya menghadapi banyak tantangan. Salah satunya yaitu lokasi desa yang terpencil dengan satu akses jalan tanah menuju desa tersebut dengan kondisi rusak dan berlumpur.

    "Banyak kendala yang dihadapi PLN dalam perjuangan melistriki pelosok negeri salah satunya ketersediaan infrastruktur jalan. Oleh karenanya, PLN tidak dapat bekerja sendiri, butuh kerjasama seluruh stakeholder dalam menyukseskan 100 persen elektrifikasi di Lampung," ucap Agung dalam keterangan resmi, Sabtu, 19 Juni 2021.

    Kini 200 kepala keluarga (KK) di enam desa tersebut bisa menikmati listrik untuk mendukung berbagai aktivitas produktif dan meningkatkan perekonomian desa. Warga pun menyambut gembira hadirnya listrik di desa mereka. Sebelum ada listrik,  warga desa menggunakan lampu teplok saat beraktivitas di malam hari.

    "Kami pakai penerangan hanya malam hari, hanya untuk anak-anak belajar dan mengaji, itupun hanya pakai lampu teplok, susah pokoknya. Dengan adanya listrik PLN ini, membuat anak-anak kami belajar dengan nyaman," ujar salah satu warga Pekon Margomulyo, Sarjono.

    Hal serupa dirasakan Kepala Pekon Margomulyo Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus, Tugino  yang sudah menetap di desa ini sejak berusia lima tahun. Pria berusia 49 tahun ini mengaku bahagia dengan kehadiran listrik di desanya. Ia dan keluarga selama puluhan tahun hidup penuh keterbatasan karena belum adanya penerangan listrik.

    "Waktu itu kalau anak-anak belajar malam hari cuma pakai lampu teplok, sekarang mencari minyak tanah sudah langka. Setelah masuknya listrik PLN ke pekon kami ini, anak-anak dapat belajar dengan nyaman," ujar Tugino.

    Selain itu, lanjut Tugino, kehadiran listrik juga mampu meningkatkan perekonomian warga setempat. Mayoritas penduduk Pekon Margomulyo berprofesi sebagai pekebun. Sebelumnya, masyarakat di wilayah tersebut menggunakan genset untuk berkebun.

    "Warga kami yang tergabung dalam kelompok tani dapat mengembangkan usaha roasting kopi dengan beralih ke listrik PLN karena sebelumnya menggunakan genset," tutup Tugino.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id