Penggunaan Kendaraan Listrik Hemat Devisa Negara Rp87,86 Triliun di 2050

    Suci Sedya Utami - 05 Agustus 2021 14:37 WIB
    Penggunaan Kendaraan Listrik Hemat Devisa Negara Rp87,86 Triliun di 2050
    Ilustrasi mobil listrik - - Foto: MI/ Agus Mulyawan



    Jakarta: Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) akan menciptakan penghematan devisa negara seiring dengan penurunan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

    Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menyebutkan implementasi KBLBB akan menurunkan impor BBM sebesar 373 juta barel pada 2050 dengan rasio penurunan sebesar 6,6 persen.

     



    "Dengan asumsi kurs Rp15 ribu per USD, maka potensi penghematan devisa dari penurunan impor bensin ini USD5,86 miliar atau sekitar Rp87,86 triliun," kata Hammam dalam launching Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Kamis, 5 Agustus 2021.

    Meski demikian, penggunaan KBLBB akan sedikit meningkatkan impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk sektor pembangkit. Sebab, nantinya kendaraan akan menggunakan energi listrik yang salah satunya bersumber dari pembangkit gas.

    "Adanya kenaikan impor LNG tersebut, maka potensi penurunan defisit neraca perdagangan migas jadi lebih kecil yaitu USD78,47 miliar pada 2050," ungkap Hammam.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menambahkan penggunaan KBLBB juga akan menekan subsidi BBM.

    "Dengan sendirinya menghemat devisa serta dapat menghemat subsidi BBM pada  akhirnya," tutur Rida.

    Mengutip laporan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) Kita per Juli 2021, subsidi BBM dan LPG Tabung Kg hingga semester I tercatat sebesar Rp34,1 triliun atau 60,28 persen dari pagu yang dialokasikan. Penggunaan Kendaraan Listrik Hemat Devisa Negara Rp87,86 Triliun di 2050
    .

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id