Meski Turun, PMI Manufaktur RI Lampaui ASEAN dan Korsel

    Husen Miftahudin - 01 Desember 2021 22:13 WIB
    Meski Turun, PMI Manufaktur RI Lampaui ASEAN dan Korsel
    Ilustrasi industri manufaktur. Foto: dok MI/Susanto.



    Jakarta: Sektor industri manufaktur Tanah Air masih berada dalam tahap ekspansi. Hal ini terlihat dari capaian Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2021 yang menempati posisi 53,9.

    Meskipun demikian, PMI Manufaktur Indonesia November 2021 ini jauh lebih rendah dibandingkan yang tercatat di Oktober 2021 sebesar 57,2. Namun, PMI Indonesia di November 2021 masih memperpanjang tren level di atas 50, atau zona ekspansif.

     



    IHS Markit mencatat, sentimen bisnis secara keseluruhan bertahan positif pada November 2021, namun turun ke posisi terendah dalam 18 bulan. Responden survei secara umum berharap pemulihan ekonomi dari gelombang covid-19 Delta akan terus berlanjut, namun beberapa di antaranya masih khawatir dengan dampak pandemi ini.

    Laporan tersebut juga mencatat PMI Manufaktur Indonesia pada November 2021 ini melampaui PMI manufaktur negara-negara di Asia Tenggara. PMI Manufaktur ASEAN berada di level 52,3. PMI Manufaktur Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan PMI Manufaktur Korea Selatan (50,9) dan PMI Manufaktur Tiongkok (49,9).

    "Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi atas capaian ini, karena pelaku industri kita masih tetap semangat menjalankan usahanya seiring dengan upaya pemerintah mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya, Rabu, 1 Desember 2021.

    Agus optimistis, sepanjang 2021 ini industri akan tumbuh sebesar empat persen sampai lima persen apabila tidak ada gejolak kasus atau gelombang susulan dari dampak pandemi covid-19.

    "Pemerintah bertekad untuk terus menjaga iklim usaha yang kondusif. Investasi dan produktivitas sektor industri tetap dijaga dengan baik agar bisa terus berjalan," tuturnya.

    Beberapa indikator yang menunjukkan kinerja sektor industri nasional masih gemilang, antara lain pada capaian nilai ekspor. Sepanjang Januari-Oktober 2021, industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor sebesar USD143,76 miliar atau meningkat 35,53 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

    "Selain itu, memberikan kontribusi terbesar hingga 77,16 persen dari total nilai ekspor nasional selama sepuluh bulan tahun ini yang mencapai USD186,32 miliar," urai dia.

    Capaian positif lainnya tercatat pada penerimaan pajak sektor industri pengolahan yang tumbuh 14,6 persen pada Januari-Oktober 2021. Penerimaan pajak tersebut memberikan kontribusi paling besar hingga 29,8 persen pada periode yang sama.

    "Merujuk laporan IHS Markit, selama tiga bulan berturut-turut, produksi sektor manufaktur di Indonesia masih mengalami ekspansi seiring dengan dampak covid-19 yang kian berkurang. Output dan permintaan baru juga terus naik pada kisaran kuat. Bahkan, kenaikan lebih lanjut terlihat pada aktivitas pembelian di tengah perbaikan permintaan pasar," pungkas Agus.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id