Survei BI: Penjualan Eceran Mulai Membaik Meski Minus 9,2%

    Husen Miftahudin - 08 Oktober 2020 13:42 WIB
    Survei BI: Penjualan Eceran Mulai Membaik Meski Minus 9,2%
    Survei BI menunjukkan penjualan eceran mulai membaik. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil survei penjualan pada Agustus 2020 mengindikasikan tren perbaikan meskipun masih pada fase kontraksi. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Agustus 2020 tercatat sebesar 196,6. Meski masih minus sebesar 9,2 persen year on year (yoy), angka tersebut membaik dari minus 12,3 persen (yoy) pada Juli 2020.

    "Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang dengan penjualan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau tumbuh positif, sejalan dengan implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang mendorong aktivitas masyarakat," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Perbaikan kinerja penjualan eceran diindikasikan berlanjut pada September 2020. IPR September 2020 diperkirakan sebesar 196,8 atau minus 7,3 persen (yoy), dan membaik dari sebelumnya minus 9,2 persen (yoy) pada Agustus 2020.

    Prakiraan membaiknya penjualan eceran September terutama ditopang oleh Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tetap tumbuh positif dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Kelompok barang lain yang penjualannya tumbuh membaik adalah Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Kelompok Barang Lainnya, khususnya Subkelompok Sandang, dan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori.

    "Responden menyatakan bahwa membaiknya penjualan eceran juga masih didorong oleh peningkatan permintaan dengan meningkatnya daya beli masyarakat sejalan dengan berbagai insentif pemerintah, kelancaran distribusi, dan banyaknya program diskon," urai Onny.

    Secara spasial, kinerja penjualan eceran menunjukkan perbaikan di hampir seluruh kota pada Agustus 2020. Dari sepuluh kota yang disurvei, penjualan eceran di Kota Makassar dan Surabaya tercatat positif dan meningkat masing-masing sebesar 4,0 persen (yoy) dan 3,8 persen (yoy) pada Agustus 2020.

    "Melanjutkan pola bulan sebelumnya, kinerja penjualan eceran pada September 2020 diprakirakan semakin membaik. Perbaikan penjualan eceran diprakirakan terjadi di hampir seluruh kota cakupan survei, meskipun hampir sebagian besar kota masih dalam fase pertumbuhan penjualan yang terkontraksi," ungkap dia.

    Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang (November 2020) diprakirakan menurun, sedangkan pada enam bulan mendatang (Februari 2021) meningkat. Indikasi penurunan harga pada November 2020 tersebut terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 132,5, lebih rendah dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 133,7.

    Sementara itu, IEH enam bulan yang akan datang sebesar 166,9, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 157,7. Responden memperkirakan penurunan harga pada November 2020 didorong oleh distribusi barang yang semakin lancar.

    "Sedangkan kenaikan harga pada enam bulan mendatang didorong oleh hari besar keagamaan nasional dan gangguan distribusi barang seiring dengan puncak musim hujan 2020/2021 pada Januaroki-Februari," tutup Onny. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id