Pengusaha Minta 4 Hal ke Pemerintah saat PSBB Ketat

    Annisa ayu artanti - 07 Januari 2021 14:51 WIB
    Pengusaha Minta 4 Hal ke Pemerintah saat PSBB Ketat
    Ilustrasi dunia usaha - - Foto: Medcom
    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta empat hal kepada pemerintah terkait pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali.

    Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pemerintah harus memastikan adanya crowd control yang baik di setiap ruang publik.

    "Yang diharapkan dari pemerintah pada PSBB kali ini, kami harap edukasi dan penegakan disiplin protokol kesehatan semakin meningkat kepada masyarakat," kata Shinta kepada Medcom.id, Kamis, 7 Januari 2021.

    Lalu pemerintah perlu memberikan ruang gerak dan kebebasan beroperasi yang cukup bagi perusahaan yang tidak memungkinkan menerapkan bekerja dari rumah atau work from home. Namun dengan catatan tetap mengimplementasikan protokol kesehatan di tempat kerja.

    "Ketiga, pemerintah perlu menjamin kelancaran logistik selama PSBB ketat untuk menghindari kekacauan supply kepada masyarakat dan pasar global," imbuh dia.

    Terakhir, Shinta memandang perlu perlu koordinasi dan komunikasi yang lebih baik antara Pemda/Pemkot dengan pelaku usaha di wilayahnya agar terjalin kerja sama yang baik untuk mengendalikan pandemi di tempat kerja tanpa banyak disrupsi terhadap kinerja dan operasi perusahaan.

    "Kami cukup positif PSBB Jawa-Bali tidak memberikan dampak ekonomi yg lebih parah dari PSBB pertama," tambahnya.


    Per 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021 pemerintah menerapkan PSBB kembali di wilayah Jawa dan Bali.

    Adapun pembatasan yang diperketat antara lain membatasi work from office (WFO) hanya menjadi 25 persen dan work from home (WFH) menjadi 75 persen. Lalu kegiatan belajar mengajar dengan sistem online.

    Namun untuk aktivitas sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100 persen tetapi dengan protokol kesehatan. Sementara untuk pusat perbelanjaan alias mal boleh beroperasi sampai pukul 19.00 WIB dan sementara restoran hanya 25 persen dan pemesanan makanan harus take away dan delivery.

    Kemudian sektor konstruksi pemerintah memutuskan untuk masih tetap berjalan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat. Sedangkan aktivitas di rumah ibadah dibatasi hingga 50 persen.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id