Tahun Depan, Mentan Bakal Intervensi Kurikulum Pertanian Modern

    Suci Sedya Utami - 30 November 2020 13:21 WIB
    Tahun Depan, Mentan Bakal Intervensi Kurikulum Pertanian Modern
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Kementan.
    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo ingin mengintervensi kurikulum pendidikan di sektor pertanian agar menerapkan sistem pertanian modern dengan memasukkan teknologi terkini seperti penggunaan artificial intelligence (AI) serta pengamatan satelit yang lebih dekat resolusinya.

    Dirinya mengatakan Indonesia memiliki bonus demografi dengan dianugerahi anak-anak muda dengan usia emas saat ini yang masih duduk di bangku pendidikan. Namun ia mempertanyakan apakah dunia pendidikan saat ini telah menerapkan pendekatan baru yang dibutuhkan.

    "Saya terapkan itu tahun depan, InsyaAllah saya akan intervensi dengan segala kekuatan bekerja sama dengan perguruan tinggi, kita intervensi dengan cara-cara baru," kata Syahrul dalam webinar, Senin, 30 November 2020.

    Menurut Syahrul, penerapan pertanian modern di tanah air harus dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dari produksi hasil pertanian dalam negeri. Ia bilang sebagai sektor yang bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak, maka intervensi ini menjadi hal yang sangat penting.

    Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengatakan mengatakan penerapan teknologi modern ini juga diperlukan untuk mengantisipasi perubahan cuaca agar tidak berdampak pada produktivitas pertanian. Misalnya ketika hujan seringkali membuat tanaman busuk. Sementara ketika kemarau datang membuat lahan tani kering.

    Lebih lanjut Syahrul bilang, untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca seperti yang diprediksi di musim-musim mendatang, pihaknya telah menyiapkan lahan tambahan 250 ribu hektare untuk bisa ditanami. Selain itu, untuk memastikan ketahanan pangan di dalam negeri, Kementan juga mendorong diversifikasi makanan pokok berbasis lokal di setiap provinsi seperti ubi kayu, kentang, talas dan lain sebagainya sebagai pengganti nasi.

    "Saya harap tahun depan kami akan masuk pada pendekatan ketahanan pangan untuk memastikan 273 juta orang tidak memiliki persoalan dengan isi perutnya," jelas dia.  


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id