Buruh Masih Belum Sreg dengan Isi RUU Cipta Kerja

    Despian Nurhidayat - 28 September 2020 06:57 WIB
    Buruh Masih Belum Sreg dengan Isi RUU Cipta Kerja
    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Kalangan buruh masih belum satu suara dalam menyikapi RUU Cipta Kerja. Sebagian kelompok buruh masih akan melancarkan aksi penolakan terhadap isi RUU itu.

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan pihaknya akan mengelar aksi besar-besaran jika pemerintah dan DPR RI terus melakukan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan tidak mengakomodir kepentingan kaum buruh dan dilakukan dengan sistem kejar tayang. Aksi itu akan dilakukan secara begelombang setiap hari di DPR RI dan DPRD di seluruh Indonesia.

    "Tidak hanya itu, KSPI bersama 32 konfederasi dan federasi yang lain sedang mempertimbangkan untuk melakukan mogok nasional sesuai mekanisme konstitusi," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Minggu, 27 September 2020.

    Dalam aksi besar-besaran tersebut sudah terkonfirmasi, berbagai elemen masyarakat akan bergabung dengan aksi buruh. Berbagai elemen yang siap untuk melakukan aksi bersama adalah mahasiswa, petani, nelayan, masyarakat sipil, masyarakat adat, penggiat lingkungan hidup, penggiat HAM, dan lain-lain.

    Oleh karena itu, KSPI mendesak DPR RI untuk segera menghentikan pembahasan klaster ketenagakerjaan dan tidak mempunyai target waktu atau kejar tayang dalam melakukan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja.

    Di sisi lain, KSPI mengapresiasi sikap tujuh fraksi yang dalam DIM (Daftar Inventaris Masalah) menyatakan dalam sandingannya untuk kembali kepada pasal-pasal di dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003. Dengan kata lain, draf RUU Cipta kerja klaster ketenagakerjaan dikembalikan sesuai Undang-Undang No 13 Tahun 2003.

    KSPI juga mengapresiasi pimpinan DPR dan Panja Baleg yang tergabung dengan tim perumus bersama serikat buruh yang menyatakan dalam sandingan DIM-nya kembali kepada isi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

    "Namun demikian, bilamana komitmen ini dilanggar oleh DPR RI dan Panja Baleg RUU Cipta Kerja, maka bisa dipastikan perlawanan kaum buruh dan beberapa elemen masyarakat yang lain akan semakin massif," kata Said Said mengingatkan, agar tidak ada target waktu dalam pembahasan RUU Cipta Kerja.

    Tetapi yang ada adalah target isi atau hasil, agar RUU Cipta Kerja bisa diterima semua pihak. Bukan maunya pemerintah saja.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id