comscore

Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Bakal Hemat Devisa Rp26,1 Triliun

Suci Sedya Utami - 17 Desember 2020 16:23 WIB
Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Bakal Hemat Devisa Rp26,1 Triliun
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) disiapkan untuk mendukung peta jalan KBLBB. Foto: Dok Pertamina
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) akan menciptakan dampak positif bagi negara. Implementasi KBLBB akan menghemat anggaran negara sebesar USD1,8 miliar atau setara Rp26,1 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per USD).

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan KBLBB merupakan salah satu program dalam grand strategi energi yang sedang disusun Kementerian ESDM. Ia bilang penggunaan KBLBB akan menurunkan impor BBM di Tahan Air. Ia menyebut saat ini konsumsi BBM di Tanah Air sekitar 1,2 juta barel per hari (bph) dan kebutuhan tersebut sebagian besar dipasok dari impor.
"Dengan KBLBB, target penurunan impor BBM setara 77 ribu bph dari penggunaan dua juta unit mobil dan 13 juta unit motor yang akan menghemat devisa USD1,8 miliar," kata Arifin saat public launching KBLBB, Kamis, 17 Desember 2020.

Penggunaan KBLBB juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara untuk mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia pada Paris Agreement. Dengan KBLBB, ditargetkan dapat menurunkan 11,1 juta ton CO2 di 2030.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini mengatakan Indonesia memiliki potensi membuat kendaraan listrik karena teknologi dan komponen yang digunakan lebih sederhana dibanding kendaraan konvensional. Hal ini menjadi kesempatan bagi industri otomotif di dalam negeri.

Selain itu Indonesia memiliki potensi untuk memproduksi baterai dengan didukung oleh cadangan nikel yang cukup besar sebagai bahan baku baterai. Indonesia telah membentuk PT Indonesia Battery Holding yang merupakan gabungan dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara lain MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) yang nantinya akan mengolah nikel dari hulu ke hilir sehingga menjadi produk kendaraan listrik.

Selain itu peta jalan KBLBB juga didukung dengan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik dan pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di 10 ribu titik hingga 2025.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan saat ini sudah banyak pihak swasta yang tertarik untuk membangun fasilitas tersebut. Pada awalnya, pemerintah menugaskan PLN untuk membangun SPKLU dan SPBKLU.

"Kami sudah beberapa kali mengeluarkan register (SPKLU-SPBKLU), beberapa sudah enggak didominasi oleh PLN," jelas Rida.
 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id