Bos Adaro Harap Ekspor Batu Bara ke Tiongkok Meningkat

    Suci Sedya Utami - 20 Oktober 2020 21:47 WIB
    Bos Adaro Harap Ekspor Batu Bara ke Tiongkok Meningkat
    Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir. Foto: dok MI/Fetry Wuryasti.
    Jakarta: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) berharap agar permintaan batu bara di Tiongkok meningkat sehingga bisa mendongkrak penjualan hasil produksi dalam negeri.

    Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir pun siap untuk menjemput bola ke negeri Tirai Bambu itu demi mendorong ekspor batu bara. Peningkatan ekspor, kata dia, akan berdampak positif bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini.

    "Dengan kita bisa meningkatkan ekspor ke Tiongkok, kita bisa menambah devisa juga. Supaya ekonomi di Tanah Air juga tergerak," kata pria yang akrab disapa Boy Thohir ini dalam media gathering virtual, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Apalagi Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya diplomasi dengan Pemerintah Tiongkok untuk mempererat kerja sama ekonomi terutama untuk meningkatkan ekspor batu bara Indonesia. Hubungan kedua negara yang relatif baik diharapkan bisa berdampak positif bagi industri batu bara di dalam negeri.

    Dalam kesempatan yang sama, Chief Financial Officer Adaro Energy Lie Luckman menjelaskan pada 2019 ekspor Adaro ke Tiongkok mencapai 10 persen dari total produksi. Pada 2020 ini targetnya tidak berbeda jauh. Dengan adanya pimpinan negara diharapkan pada kuartal empat tahun ini ekspor bisa meningkat.

    "Kita harapkan di kuartal empat adanya peningkatan permintaan terhadap Indonesia. Ini yang kita coba dan kita harapkan ada peningkatan," jelas Luckman.

    Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Yunnan di Tiongkok, pekan lalu.

    Luhut meminta agar ekspor Indonesia khususnya kelapa sawit, batu bara, buah-buahan tropis dan sarang burung walet ke negara tersebut bisa ditingkatkan. Ia juga mendorong Bea Cukai Tiongkok memfasilitasi protokol untuk nanas dan salak serta izin ekspor sarang burung walet untuk eksportir Indonesia.

    Dalam pertemuan tersebut Wang Yi memberikan lampu hijau terhadap hal-hal yang disampaikan oleh Luhut, serta akan meminta Kementerian terkait di negaranya untuk menyelesaikan secara teknis isu-isu mengenai perdagangan (impor), dumping, dan investasi.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id