Urban Farming Dinilai Punya Prospek Gemilang

    Ilham wibowo - 19 Oktober 2020 19:14 WIB
    <i>Urban Farming</i> Dinilai Punya Prospek Gemilang
    Ilustrasi. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Tren urban farming mengalami peningkatan selama pandemi covid-19 seiring kesadaran mengonsumsi produk pangan yang sehat. Konsumen perkotaan kini cenderung membeli produk makanan dengan memperhatikan budi daya, pemrosesan, dan distribusinya.

    "Orang-orang itu sekarang dengan sendirinya mengikuti pola hidup sehat," kata Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya dalam webinar MarkPlus Roundtable: Pemulihan Ekonomi di Sektor Pertanian, Senin, 19 Oktober 2020.

    Seiring peningkatan urban farming, permintaan infrastruktur penunjang baik itu alat maupun benih juga bakal ikut terkerek. Kesadaran untuk mengelola pangan secara mandiri sangat baik untuk pemenuhan pangan maupun tambahan pendapatan.

    "Sekarang urban farming kontribusinya mungkin masih kecil tapi nanti akan meringankan tugas pemerintah menghadapi masalah food security," tuturnya.

    Senior Business Analyst MarkPlus, Inc. Dini Bonafitria menuturkan pihaknya telah melakukan survei kepada 110 responden masyarakat perkotaan yang didominasi oleh 61 persen laki-laki dengan kelompok usia mayoritas 25 sampai 44 tahun. Sebanyak 90,1 persen responden sudah mengetahui mengenai metode urban farming dengan 72 persen informasi didapat dari internet, 39 persen rekan, 32 persen komunitas, dan 32 persen dari televisi.

    Ketertarikan masyarakat terhadap urban farming juga cukup tinggi hingga 98 persen meskipun 57 persen dari mereka mengaku belum melakukannya. Kemudian  92,7 persen masyarakat yang telah melakukan urban farming mengaku akan terus melakukan kegiatan ini walaupun setelah pandemi berakhir.

    "Meskipun menghadapi tantangan perihal sarana dan fasilitas, ketersediaan waktu dan juga biaya, 98,2 persen responden setuju bahwa prospek urban farming bisa mendukung kegiatan pertanian," paparnya.

    Menurut Bona, sebanyak 76,9 persen responden percaya urban farming bisa mendorong ketahanan pangan. Kemudian 75,9 persen menganggap ramah lingkungan, dan 63,9 persen meningkatkan pendapatan ekonomi yang menjadi peluang baru bagi masyarakat yang ingin berbisnis di masa pandemi.

    "Pemerintah diharapkan mampu melihat tingginya antusiasme masyarakat dengan memfasilitasi kegiatan masyarakat dalam bercocok tanam ini," tuturnya.

    Dari skala satu sampai empat, penilaian responden terhadap dukungan pemerintah bagi kegiatan urban farming berada di angka 2,21. Aspek prioritas dari pemerintah yang diharapkan adalah 43,6 persen sarana dan prasarana, 28,2 persen pembiayaan dan 16,4 persen ketersediaan informasi.

    "Seperti contohnya paket lengkap hidroponik yang diharapkan dapat didukung oleh masyarakat dan pelaku usaha swasta," tutup Bona.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id