Kemenkes Latih 7.000 Tenaga Kesehatan sebagai Vaksinator Covid-19

    Husen Miftahudin - 21 November 2020 16:00 WIB
    Kemenkes Latih 7.000 Tenaga Kesehatan sebagai Vaksinator Covid-19
    Ilustrasi vaksinator covid-19 - - Foto: Medcom
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melatih secara khusus 7.000 tenaga kesehatan untuk menjadi vaksinator vaksin covid-19 yang diproduksi PT Bio Farma (Persero). Perusahaan induk (holding) yang bergerak di bidang farmasi itu bakal mengejar target produksi vaksin yang mencapai 250 juta dosis.

    "Untuk mempersiapkan vaksinasi covid-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah melatih 7.000 dari 23 ribu tenaga kesehatan sebagai vaksinator. Pastinya, manajemen vaksin dan rantai dingin (cold chain) pun dengan cermat dipersiapkan," ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Reisa Broto Asmoro dalam keterangan tertulisnya yang diterima Medcom.id, Sabtu, 21 November 2020.

    Vaksinolog Dirga Sakti Rambe menyebut Indonesia memiliki infrastruktur yang memadai untuk proses distribusi vaksin hingga ke pelosok. Termasuk vaksin covid-19 yang sedang ditunggu-tunggu.

    "Perlu diketahui vaksin itu adalah produk biologis yang perlu disimpan dengan cara khusus, karena sensitif terhadap suhu. Mayoritas vaksin disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, kecuali vaksin polio yang minus 20 derajat celcius. Sejak vaksin diproduksi sampai digunakan di rumah sakit dan puskesmas, transportasinya mesti terjamin suhunya. Jangan khawatir, kita sudah berpengalaman. Kita sudah siap," tegas dia.

    Menurut Dirga, Indonesia memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam memproduksi, mendistribusi, hingga mengimplementasikan vaksin. Sistem rantai dingin yang menjadi salah satu unsur penentu kualitas vaksin juga sudah terbangun dengan baik.

    "Sebanyak 97 persen sistem rantai dingin ini berjalan dengan baik jadi tidak perlu khawatir. Mulai dari pabrik sampai yang menerima di puskesmas, misalnya di Aceh atau Papua itu semua sudah siap," imbuhnya.

    Terkait sumber daya manusia yang akan memberikan vaksinasi nantinya ke masyarakat, Indonesia telah memiliki 23 ribu vaksinator yang terlatih. "Bahkan vaksinator sudah dibekali pelatihan khusus oleh Kementerian Kesehatan, dan telah 7.000 vaksinator yang sudah terlatih khusus," jelas Dirga.

    Indonesia saat ini memiliki sekitar 440 ribu dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan yang semuanya dipastikan siap bergotong royong mensukseskan persiapan vaksinasi ini. "Pada prinsipnya, kita ingin semua terlibat supaya vaksin ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat," tuturnya.

    Dirga menekankan bahwa masyarakat perlu sedikit bersabar hingga hasil uji klinik fase III selesai dan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar terlebih dahulu, baru vaksin covid-19 bisa beredar di Indonesia.


    "Dari data itu nanti ketahuan, berapa besar efektivitas vaksin covid-19. Setelah itulah produsen mengajukan izin edar ke BPOM. Jadi kalau vaksin sudah mendapat izin edar dari BPOM itu sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya," jelas Dirga.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id