OJK Terbitkan Layanan Urun Dana bagi UKM yang Terlibat Proyek Pemerintah

    Husen Miftahudin - 04 Januari 2021 11:05 WIB
    OJK Terbitkan Layanan Urun Dana bagi UKM yang Terlibat Proyek Pemerintah
    OJK. Foto : Mi/Ramdani.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya membangun kredibilitas dan pendalaman pasar keuangan pasar modal. Untuk itu, berbagai kebijakan dan terobosan perlu dilakukan guna mempercepat investor, masyarakat, serta Usaha Kecil Menengah (UKM) memperoleh sumber pendanaan baru melalui pasar modal.

    Terkait hal tersebut, OJK resmi meluncurkan penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi atau security crowdfunding (SCF) di pembukaan perdagangan bursa 2021. Hadirnya SCF memberikan alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah, dan murah bagi kalangan generasi muda dan UKM yang belum bankable untuk mengembangkan usahanya, khususnya UKM mitra pemerintah.

    "Anak-anak muda yang mendapatkan SPK (Surat Perintah Kerja) dari pemerintah atau proyek proyek pemerintah yang notabene adalah secure, silakan untuk raising fund melalui pasar modal dengan cara yang sangat mudah, tidak perlu PT (Perseroan Terbatas), dan juga jumlahnya tidak perlu besar," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pembukaan Perdagangan BEI 2021 di Jakarta, Senin, 4 Januari 2021.

    Wimboh menjelaskan security crowdfunding akan menyediakan pendanaan bagi pelaku UMKM yang menyediakan barang dan jasa pemerintah. Upaya ini penting mengingat potensi proyek pengadaan elektronik pemerintah yang melibatkan UKM mencapai sebesar Rp74 triliun dan melibatkan 160 ribu pelaku UKM.

    Di sisi lain, otoritas bersama dengan Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) berkewajiban untuk menjaga ekosistem industri layananan urun dana yang sehat dengan merumuskan code of conduct dan melakukan pengawasan implementasinya dan menertibkan anggotanya.

    "Kita akan bersama-sama untuk mendampingi dan membina serta menertibkan apabila ada hal-hal yang melanggar market conduct, sehingga investor nanti bisa terlindungi kepentingannya," tegas dia.

    Selain itu, OJK juga akan mengakselerasi pengembangan pasar modal dengan mengadopsi teknologi. Salah satunya adalah dengan melakukan proses IPO secara elektronik yang diharapkan akan meningkatkan jumlah investor dan transparansi dalam penawaran umum.

    Langkah ini dilakukan untuk menjaring calon investor maupun calon emiten baru melalui berbagai program sosialisasi dan edukasi pasar modal dengan mengadopsi teknologi bersinergi dengan BEI dan stakeholder lainnya.

    "Keberadan instrumen ini juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif portofolio investasi investor muda. Masyarakat yang selama ini MPC-nya (Marginal Propensity to Consume) terbilang tinggi namun tertahan konsumsinya, akan didorong berinvestasi di platform ini yang mudah dan risikonya relatif kecil," urai Wimboh.

    Kemudian untuk meningkatkan kepercayaan investor, OJK juga akan mengimplementasikan dana kompensasi kerugian investor (disgorgement fund). Dengan demikian, ada dana kompensasi yang diberikan pemerintah jika investor merugi.

    "OJK telah inisiasi adanya disgorgement fund yaitu pengumpulan dana disgorgement apabila nanti ada hal yang diperlukan untuk memberikan kompensasi ke investor yang mengalami kerugian," pungkas Wimboh.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id