Survei: Indonesia Masih Jadi Tujuan Investasi Favorit

    Eko Nordiansyah - 21 Maret 2021 13:22 WIB
    Survei: Indonesia Masih Jadi Tujuan Investasi Favorit
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Investor asing disebut masih menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi favorit. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Standard Chartered, kepercayaan investor ini didukung oleh optimisme kemudahan berinvestasi di Indonesia.

    Survei Borderless Business Studies yang dilakukan oleh Standard Chartered menunjukkan bahwa perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Eropa menempatkan Indonesia di peringkat keempat se-Asia Tenggara sebagai negara yang paling disukai untuk tujuan investasi.

     



    "Indonesia dianggap sebagai negara yang paling disukai dalam hal peluang membangun atau memperluas sumber daya, penjualan, atau operasi perusahaan selama enam hingga dua belas bulan ke depan," tulis keterangan tersebut, dikutip Medcom.id, Minggu, 21 Maret 2021.

    Standard Chartered melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 Chief Financial Officer (CFO) dan profesional keuangan senior pada perusahaan yang memiliki omzet di atas USD500 juta. Pada studi ini diungkapkan bahwa sebesar 42 persen dari perusahaan AS dan Eropa melihat potensi pertumbuhan terbesar berada di pasar luar negeri.

    "Studi ini mengungkapkan, terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi global dan dampak ekonomi yang terkait pandemi, pasar luar negeri tetap menjadi kunci utama pertumbuhan," lanjut hasil survei.

    Studi ini juga mengungkapkan adanya perhatian yang lebih besar pada investasi dalam teknologi digital, penggunaan dana yang tertahan, dan meningkatkan fokus pada masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam kaitannya dengan perdagangan dan rantai pasokan.

    Di samping itu, survei mengungkapkan bahwa sebanyak 35 persen korporasi secara menyeluruh dan 43 persen korporasi di AS mengindikasikan soal persyaratan regulasi masih menjadi perhatian nomor satu di antara responden yang ingin berekspansi ke Indonesia.

    "Meski para pemimpin telah menyadari keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja yang menjanjikan kepastian berusaha," tutup keterangan dari Standard Chartered.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id