Masyarakat Diminta Waspadai Penipuan Pialang Berjangka

    Ilham wibowo - 16 Oktober 2020 14:23 WIB
    Masyarakat Diminta Waspadai Penipuan Pialang Berjangka
    Ilustrasi - - Foto: Medcom
    Jakarta: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 137 domain entitas yang tidak memiliki izin selama September 2020. Langkah ini demi memutus rantai praktik penipuan.

    Kepala Bappebti Sidharta Utama mengatakan secara kumulatif pihaknya telah memblokir sebanyak 914 domain entitas. Pemblokiran dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika serta perusahaan tempat pendaftaran nama domain di Indonesia.

    "Selain entitas yang menjadi introducing broker (IB) dari pialang berjangka luar negeri, saat ini makin marak situs-situs web yang mencatut atau menggunakan legalitas palsu dari Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun lembaga Pemerintah Indonesia lainnya,” kata Sidharta melalui keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Selain pengawasan dan pemantauan, Bappebti juga menerima banyak pengaduan dari pialang berjangka, bursa berjangka, lembaga kliring berjangka yang memiliki izin. Bahkan perusahaan di luar pengawasan dan pembinaan Bappebti juga mengeluh lantaran legalitasnya diduplikasi lalu dipalsukan.

    “Oknum tidak bertanggung jawab tersebut biasanya akan membuat situs web dengan menggunakan nama yang mirip dengan perusahaan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi yang memiliki perizinan dari Bappebti maupun perusahaan di bidang jasa keuangan yang memiliki perizinan dari OJK untuk menarik minat masyarakat,” imbuh Sidharta.

    Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan M. Syist mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur terhadap iming-iming keuntungan di luar kewajaran yang saat ini banyak dijumpai di internet. Biasanya paket tersebut dalam bentuk paket silver, gold, platinum atau diamond.

    “Masyarakat agar berhati-hati apabila menemukan penawaran di internet yang menjanjikan keuntungan tetap dalam persentase dan jangka waktu tertentu berbentuk paket-paket investasi," tuturnya.

    Masyarakat juga diharapkan tidak langsung  melakukan transfer sejumlah uang ke rekening oknum tidak bertanggung jawab. Sebab, setelah melakukan transfer oknum tersebut tidak akan dapat dihubungi dan uang yang disetorkan dibawa kabur.

    “Bappebti akan bekerja sama dengan pihak Kepolisian RI untuk menindak tegas oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang menggunakan nama palsu untuk melakukan penipuan di tengah masyarakat,” tegas Syist.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id