Kementerian BUMN: Bangun Superholding Tak Bisa Buru-Buru

    Annisa ayu artanti - 16 September 2020 12:20 WIB
    Kementerian BUMN: Bangun Superholding Tak Bisa Buru-Buru
    Logo kementerian BUMN. Foto: Dok. Kementerian BUMN
    Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menekankan superholding tidak bisa dicapai dengan terburu-buru. Perlu beberapa langkah yang disiapkan untuk mencapai target tersebut.

    Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga sekaligus mengomentari pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang secara blak-blakan mengusulkan pembubaran Kementerian BUMN.

    Arya mengatakan saat ini pihak Kementerian BUMN tengah memastikan perusahaan pelat merah saling inline dengan membentuk klaster dan subholding.

    "Kita akan lihat, jadi kita uji semua kita jangan buru-buru mau superholding itu ide besar memang tapi kita lihat dulu apakah ini efektif enggak," kata Arya di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.

    Arya juga membeberkan, saat ini pembenahan di BUMN dilakukan. Pembenahan BUMN dilakukan karena sampai saat ini supply chain antar BUMN masih belum berjalan dengan baik atau tidak inline.

    Contohnya, ia menyebut klaster pertanian yang hingga kini belum membangun supply chain. Lalu pembenahan di BUMN sektor farmasi yakni bagaimana menggabungkan rumah sakit perusahaan-perusahaan pelat merah menjadi rumah sakit BUMN serta industri farmasi harus saling berkesinambungan dengan rumah sakit BUMN tersebut.

    "Jadi itu mimpi besar kita ada superholding. Tapi kita pastikan dulu semua jalan dulu, Pak Erick (Menteri BUMN) ingin memastikan semua jalan dulu end to end supply chain antar BUMN-BUMN itu," jelasnya.

    Arya juga menambahkan sudah menyampaikan strategi Kementerian BUMN tersebut kepada DPR-RI.

    "Kita sampaikan juga di DPR mengenai strategi kita terkait klaster-klaster dan DPR itu melihat itu adalah cara langkah kita bisa dapatkan kondisi saat ini yang terbaik," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id