Bulog Proyeksi Serap Gabah Lebihi Target

    Antara - 03 September 2020 09:45 WIB
    Bulog Proyeksi Serap Gabah Lebihi Target
    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Perum Bulog memproyeksi realisasi serap gabah petani sepanjang 2020 ini dapat melebihi target sebesar 1,4 juta ton. Penyerapan yang maksimal diharapkan memberi efek positif terhadap tingkat kesejahteraan para petani dan nantinya mendukung ketahanan pangan di Tanah Air.

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas mengatakan melalui penugasan Program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial, Bulog akan menyalurkan 450 ribu ton beras untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) di seluruh Indonesia hingga Oktober 2020.

    Di sisi lain, Bulog juga harus mempertahankan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di kisaran 1 juta-1,5 juta ton hingga akhir 2020, sesuai penugasan. Oleh karena itu, BUMN pangan tersebut tentunya akan menambah realisasi serap gabah, seiring stok beras disalurkan untuk program Bansos.

    "Sudah pasti meningkat. Begitu program ini berjalan, keluar 450 ribu ton dalam kurun waktu tiga bulan, maka kita akan gantikan lagi 450 ribu ton itu. Target 1,4 juta ton bisa sama atau lebih," kata Buwas, dikutip dari Antara, Kamis, 3 September 2020.

    Hingga 2 September 2020, realisasi serap gabah atau pengadaan beras dalam negeri yang dilakukan Bulog mencapai 931.577 ton atau 67 persen dari target serap tahun ini 1,4 juta ton.

    Sementara itu, perkiraan stok beras yang dikelola Bulog di seluruh Indonesia mencapai 1,42 juta ton, terdiri dari cadangan beras pemerintah sebesar 1,37 juta ton dan beras komersial 46.788 ton. Buwas menjelaskan Bulog juga mempersiapkan ketersediaan stok beras, jika Kementerian Sosial menugaskan distribusi bansos tahap berikutnya kepada Bulog.

    Ia menyebutkan stok beras yang sudah disiapkan untuk program Bansos bahkan mencapai 900 ribu ton sampai Desember. Menurut dia, program beras bansos ini dapat membuat stok beras di gudang Bulog tersalurkan, sehingga BUMN tersebut dapat meningkatkan penyerapan gabah petani, yang saat ini sudah mulai panen musim gadu.

    "Gudang Bulog ini terbatas. Kalau tidak dikeluarkan, kita tidak bisa menyerap lagi. Hari ini begitu program jalan, kita sudah melakukan penyerapan di wilayah produksi padi, karena sudah mulai panen gadu," pungkas Buwas.
     

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id