Kemendag: Kerugian Ekspor Ikan hanya dari Satu Perusahaan

    Ilham wibowo - 22 September 2020 10:06 WIB
    Kemendag: Kerugian Ekspor Ikan hanya dari Satu Perusahaan
    Perikanan. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut aktivitas ekspor ikan Indonesia bisa tetap meningkat meski ditemukan produk beku yang terpapar patogen virus korona (covid-19) di Tiongkok. Nilai kerugian ekspor secara kumulatif dipastikan tidak akan signifikan.

    Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan mengatakan bahwa pihak otoritas Tiongkok hanya menangguhkan penerimaan produk ikan dari PT Putri Indah selama satu minggu sejak 18 September 2020. Meski nilai ekspor terkoreksi dari perusahaan tersebut, aktivitas perdagangan masih bisa dilanjutkan setelah masa larangan rampung.

    "Kerugiannya tentu hanya sesuai volume/nilai yang diekspor perusahaan tersebut, saya belum dapat info persis (jumlah angkanya)," kata Kasan kepada Medcom.id, Selasa, 22 September 2020.

    Kasan menegaskan larangan sementara ekspor ke Tiongkok tidak berlaku untuk semua ekspor ikan dari Indonesia. Saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah meminta para pelaku usaha perikanan untuk tetap meningkatkan produktivitasnya.

    "Larangan tersebut hanya berlaku selama satu minggu, jadi tidak mengganggu ekspor ikan ke Tiongkok dari perusahaan lainnya. Kemendag via Atdag (Atase Perdagangan) Beijing sudah menginfokan hal tersebut dan KKP juga sudah mengeluarkan pernyataan publik terkait kasus tersebut," papar Kasan.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id