Realisasi KUR BNI di Kalbar Capai Rp500 Miliar

    Antara - 14 Juli 2020 11:04 WIB
    Realisasi KUR BNI di Kalbar Capai Rp500 Miliar
    BNI. Foto : MI.
    Pontianak: Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI di Kalimantar Barat (Kalbar) sudah tembus Rp500 miliar.

    "Hingga akhir Juni 2020 lalu penyaluran KUR tembus Rp500 miliar. Dalam penyalurannya tentu juga terdampak dengan adanya wabah covid-19, namun demikian penyaluran KUR kita masih sesuai harapan," ujar Head of Network and Service BNI Wilayah Kalbar Kartiko Dwiwijayanto di Pontianak, dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2020.

    Untuk stimulus ekonomi dan pemulihan, pemerintah jelasnya telah mengeluarkan kebijakan relaksasi. Dengan hal itu membantu nasabah untuk bisa menata kondisi usaha dijalankannya di tengah wabah covid-19.

    "Jadi selama wabah, ada relaksasi, nasabah bisa mengajukan penundaan pembayaran pokok dari kredit yang diambil," paparnya.

    Menurutnya, pemerintah juga telah terus mendorong stimulus ekonomi melalui perbankan BUMN yakni menggelontorkan dana sebanyak Rp30 triliun. Untuk BNI Kalimantan mendapat kuota sebanyak Rp5 triliun. Kucuran dana pemerintah tersebut agar bank melakukan ekspansi kredit untuk menggerakkan sektor riil.

    "Sektor sasaran yakni bersentuhan langsung dengan ekonomi masyarakat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kami saat ini harus menumbuhkan ini tiga kali lipat dalam waktu tiga bulan," kata dia.

    Ia menjelaskan UMKM dan UKM atau lainnya yang menjadi sasaran yakni yang masih tetap eksis dan debitur baru yang potensial. Kemudian tentu juga ada proyek BUMN.

    "Namun sementara untuk sektor pariwisata, perhotelan, penerbangan kita hentikan dulu," sebut dia.

    Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalbar melakukan koordinasi dengan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka menggerakkan sektor riil untuk percepatan pemulihan ekonomi sektor riil.

    "Himbara selaku pihak yang dipercaya pemerintah untuk menerima penempatan dana negara serta menyalurkannya dalam bentuk kredit ke sektor riil. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. Jadi kita koordinasikan hal itu," ujar Kepala OJK Provinsi Kalbar, Moch. Riezky F. Purnomo.

    Riezky menyebutkan bahwa beberapa waktu yang lalu pemerintah telah menempatkan dana negara sebesar total Rp30 triliun kepada 4 bank Himbara yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

    "Penempatan dana dimaksud merupakan bentuk perhatian dan dorongan pemerintah kepada perbankan untuk lebih agresif menyalurkan kredit kepada sektor riil dalam rangka mempercepat program pemulihan ekonomi nasional," kata dia.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id