Bahan Pokok Aman, Jangan Panic Buying

    Ade Hapsari Lestarini - 13 April 2020 08:16 WIB
    Bahan Pokok Aman, Jangan <i>Panic Buying</i>
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Kebutuhan bahan pokok selama wabah covid-19, serta memasuki bulan puasa dan Idulfitri dipastikan terjamin. Berbagai langkah sudah dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag), antara lain bersinergi dengan Satgas Pangan, BUMN, dan industri.

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan pemerintah terus menstabilisasi harga dan memastikan berbagai kebutuhan bahan pokok terjamin di pasar. Antara lain mendorong industri untuk mempercepat produksi gula konsumsi yang kebutuhannya terus naik.

    Oleh karena itu, pemerintah melakukan pemantauan kepada pabrik gula rafinasi yang sudah mendapat penugasan khusus untuk memproduksi gula konsumsi atau gula kristal putih (GKP) agar stok tersedia juga harga lebih stabil mencapai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan yakni Rp12.500 per kilogram (kg).

    Tindakan tegas akan dilakukan jika masih ada pedagang yang menjual gula dengan harga melebihi HET. Untuk itu, ia minta pedagang tradisional maupun retail modern mematuhi ketetapan pemerintah dengan tidak mencoba mempermainkan harga sehingga menyulitkan masyarakat. Ia juga menegaskan wabah covid-19 tidak memengaruhi proses produksi gula baik dari sisi bahan baku maupun proses produksi.

    "Jika harga gula pasir dijual lebih tinggi dari harga yang sudah ditetapkan, saya bersama Satgas Pangan akan lakukan tindakan tegas," ujar Agus Suparmanto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 13 April 2020.

    Agus pekan lalu telah melakukan sidak ke pabrik PT Industri Gula Nusantara (IGN), PT Angels Product, dan PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ), guna memastikan perusahaan yang menerima izin impor sudah melakukan proses pengolahan raw sugar menjadi gula kristal putih (GKP) sehingga bisa segera dilepas ke pasar untuk memenuhi ketersediaan gula di masyarakat.

    IGN memperoleh alokasi impor raw sugar untuk diolah menjadi GKP sebesar 97 ribu ton dengan rincian sebesar 20 ribu ton telah diterbitkan PI pada akhir 2019, sebesar 37 ribu ton telah diterbitkan PI pada 2020, serta tambahan importasi sebesar 40 ribu ton untuk pemenuhan kebutuhan gula sampai Juni 2020.

    Adapun PT Angels Product mendapatkan mandat mengolah 10 ribu ton gula rafinasi menjadi gula konsumsi dan sudah terealisasi 3.000 ton. Sisanya masih terus diproduksi. Sedangkan PT Sentra Usahatama Jaya yang berlokasi di Kawasan Industrial Estate Cilegon II (KIEC II) mendapatkan penugasan 20 ribu ton dan saat ini sudah terdistribusi sebanyak 2.025 ton. 

    Berbagai langkah dilakukan Kemendag guna menjamin ketersediaan dan menstabilikan harga gula. Antara lain menambah pasokan gula dari impor baik berupa raw sugar oleh pabrik gula swasta dan BUMN, serta impor gula konsumsi langsung oleh BUMN. Di samping itu, juga dilakukan penambahan pasokan dari pabrik gula dalam negeri melalui BUMN.

    Mendag memastikan dari hasil pemantauan di pasar, secara umum pasokan dan harga bahan pokok relatif stabil mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, bawang merah, dan bawang putih.

    Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha yang terus menjaga pasokan dan harga bapok tetap stabil sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Melalui pemantauan pasar yang rutin dilaksanakan Kemendag, diharapkan harga bapok akan terus terkendali khususnya di daerah-daerah di Indonesia.

    "Kami akan terus berusaha menciptakan iklim usaha yang kondusif serta menjamin tersedianya bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan begitu diharapkan terciptanya rasa kepercayaan bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat," tegas Mendag.

    Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengapresiasi upaya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam menstabilisasi harga. Aria mengatakan langkah Menteri Agus yang turun langsung ke industri hulu untuk mengawasi secara langsung proses produksi gula rafinasi menjadi gula pasir, sangat tepat untuk menstabilisasi harga gula. Ia mendorong pengawasan dilakukan mulai dari produsen hingga ke pasar ritel.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id