Dirut Garuda: 60% Penumpang Masih Wait and See untuk Terbang

    Suci Sedya Utami - 09 Juli 2020 11:28 WIB
    Dirut Garuda: 60% Penumpang Masih <i>Wait and See</i> untuk Terbang
    Garuda Indonesia. Foto : Medcom.
    Jakarta: Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan mayoritas penumpang masih wait and see untuk terbang. Hal ini yang membuat kenaikan okupansi tidak signifikan meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dilonggarkan.

    "60-70 persen posisi wait and see melihat perkembangan yang ada. Tapi biar bagaimanapun kami mengkampanyekan terbang bersama Garuda aman dan nyaman," kata Irfan dalam webinar, Rabu malam, 8 Juli 2020.

    Dirinya mengatakan meskipun PSBB telah dilonggarkan, kenaikan penumpang hanya sebesar 16 persen. Ia bilang beberapa jalur atau rute penerbangan yang biasanya ramai seperti Denpasar saat ini masih sepi.

    "Okupansi frekuensi Garuda sudah agak naik tapi enggak signifikan, penumpang masih di angka 50 persen," ujar Irfan.

    Irfan mengatakan peningkatan penumpang yang masih lambat tersebut juga dipengaruhi oleh aturan-aturan yang dianggap ribet. Misalnya, aturan beberapa pemerintah daerah (pemda) yang memberlakukan kewajiban untuk melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) bagi para pendatang. Sementara, dari pemerintah pusat telah memperbolehkan hanya dengan melakukan rapid test.

    "Itu mempersulit, calon penumpang jadi mikir 2-3 kali. Kalau ke sana mesti pakai apa, akibat ini banyak orang yang menunda (perjalanan)," tutur Irfan.

    Harga test kesehatan yang mahal tentu menjadi keluhan banyak pihak. Irfan mengatakan tingginya harga test yang dipersyaratkan untuk melakukan perjalanan penerbangan tersebut tentu mempengaruhi minat penumpang untuk menggunakan pesawat. Penumpang terbebani dengan harga test kesehatan yang mahal sehingga dampaknya pada tingkat okupansi.

    "Kami sungguh menyesalkan banyak orang yang kemudian menari di atas penderitaan kami hari ini dengan menawarkan harga rapid test yang terlalu melambung," tandas Irfan.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id