Cabut Pembatasan, Layanan KRL Beroperasi Normal

    Husen Miftahudin - 23 Maret 2020 13:07 WIB
    Cabut Pembatasan, Layanan KRL Beroperasi Normal
    Ilustrasi. Foto: MI/BARY FATHAHILAH
    Jakarta: PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencabut pembatasan jadwal operasional KRL Commuter Line. Kebijakan pembatasan diberlakukan untuk mencegah dan memitigasi penyebaran virus korona atau covid-19 di Indonesia.

    Namun berdasarkan hasil evaluasi atas pembatasan layanan tersebut, KCI akhirnya mencabut kebijakan yang diterapkan pagi ini. Jadwal KRL akan kembali normal mulai sore ini pukul 15.00 WIB, dan berlanjut normal hingga seterusnya.

    VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan dengan normalisasi jadwal ini, KRL akan kembali beroperasi melayani 991 perjalanan per hari mulai pukul 04.00 WIB hingga 24.00 WIB. Hal ini berlaku untuk seluruh stasiun dan seluruh rute KRL.

    "Dengan normalisasi jadwal ini, kami mengimbau pengguna untuk tetap beraktivitas dari rumah, kecuali kegiatan yang sangat perlu dan mendesak. Jadwal KRL kembali normal tidak untuk dimanfaatkan bepergian dengan tujuan-tujuan yang tidak mendesak," ujar Anne dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

    Sebelumnya, PT KCI melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus korona pada transportasi publik KRL Commuter Line. Salah satunya membatasi layanan dengan memotong jam operasional dari semula pukul 04.00-23.30 WIB (untuk relasi Jakarta Kota-Bogor) dan 05.00-22.30 WIB (relasi Maja/Serpong/Parung Panjang) menjadi hanya beroperasi pada 06.00-20.00 WIB yang dimulai hari ini.

    Upaya lainnya dilakukan dengan membersihkan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer di kereta dan stasiun hingga lebih dari 2.000 botol. Beberapa stasiun juga mulai tersedia tempat cuci tangan selain di toilet, bagi pengguna untuk digunakan sebelum maupun sesudah menggunakan KRL.

    Penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta juga dilakukan di dalam stasiun dan kereta. Di dalam stasiun, PT KCI bersama KAI membuat garis batas antrean di loket, gate, dan sebelum pemeriksaan suhu tubuh.

    Selanjutnya, petugas juga mengarahkan pengguna untuk dapat mengisi kereta atau gerbong yang kosong terlebih dahulu. Selama perjalanan, petugas pengawalan kereta juga bergerak mengimbau pengguna untuk berpindah dari gerbong yang penuh ke gerbong yang lebih kosong.

    Dalam satu pekan terakhir, jumlah pengguna KRL turun sebanyak 50 persen hingga 60 pesen. Dari rata-rata satu juta pengguna per hari menjadi hanya 400 ribu hingga 500 ribu pengguna setiap harinya.

    "Berbagai kebijakan ini tentu perlu juga mendapat dukungan dari para pengguna KRL untuk bersama-sama menerapkan jaga jarak serta gaya hidup bersih dan sehat," tutup Anne.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id