Strategi Negara Tujuan Ekspor RI Berubah Selama Pandemi

    Ilham wibowo - 20 September 2020 18:41 WIB
    Strategi Negara Tujuan Ekspor RI Berubah Selama Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto telah menyiapkan strategi penguatan ekspor selama pandemi covid-19. Jangka pendek, tujuan perdagangan akan diprioritaskan ke negara yang telah dan mulai pulih perekonomiannya.

    "Strategi pengembangan ekspor juga akan disesuaikan mempertimbangkan kondisi negara tujuan ekspor. Sesuai penanganan covid-19 di masing-masing negara," kata Agus dalam dalam paparannya sebagai Lecture of The Year di Jakarta Marketing Week 2020, Minggu, 20 September 2020.

    Dampak wabah, lanjut Agus, telah menyebabkan kemunduran ekonomi secara global. Diperkirakan pemulihannya pun akan memakan waktu lebih lama atau minimal satu tahun.

    "Saat ini hingga satu tahun kedepan, negara tujuan ekspor dapat difokuskan pada negara dengan kondisi penanganan pandemi sudah pulih atau mulai pulih," ujarnya.

    Beberapa negara yang potensial untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia telah dipetakan. Negara tersebut yakni Australia, Selandia Baru, Inggris, Jerman, Italia, Prancis UEA, Saudi Arabia, Kuait, Katar, Aljazair, Kanada, dan Meksiko.

    "Strategi jangka pendek ini akan fokus pada produk yang tumbuh positif selama pandemi seperti makanan dan minuman olahan, alat kesehatan, produk pertanian dan perikanan serta agro industri," paparnya.

    Beberapa kelompok produk industri manufaktur juga dipersiapkan menggambil momentum pertumbuhan ekspor usai tekanan pandemi berkurang. Produk tersebut di antaranya otomotif, alas kaki, elektronik besi dan baja.

    "Kemudian produk baru yang muncul akibat covid-19 seperti farmasi, dan produk ekspor baru hasil relokasi industri dari bebrapa negara ke Indonesia," tuturnya.

    Agus menambahkan bahwa pihaknya menyiapkan strategi jangka menengah yang akan difokuskan  terhadap peningkatan ekspor produk dengan kekuatan pasar di negara akreditasi perwakilan perdagangan. Produk dengan tren peningkatan selama lima tahun terkahir juga akan menjadi modal utama yang akan diandalkan.

    "Saat ini Kemendag tengah mengkaji produk yang memiliki kekuatan pasar di negara tujuan ekspor," ucapnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id