Kementerian ESDM: 2.346 Pelanggan PLN Pasang PLTS Atap

    Husen Miftahudin - 16 September 2020 21:48 WIB
    Kementerian ESDM: 2.346 Pelanggan PLN Pasang PLTS Atap
    Ilustrasi penggunaan PLTS - - Foto: Medcom/ Ade Hapsari
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 2.346 pelanggan PT PLN (Persero) telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan total dari kapasitas terpasang sudah mencapai 11,5 megawatt hingga semester I-2020.

    "Sampai dengan Juni 2020, pelanggan PLTS Atap ini ada 2.346 dengan kapasitas 11,5 megawatt," kata Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.

    Lebih lanjut Harris menjelaskan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan lebih dari 1.300 pelanggan sejak Desember 2018. Sementara berdasarkan sebaran wilayah, pemasangan PLTS Atap paling banyak ada di DKI Jakarta dengan 703 pelanggan berkapasitas listrik 2.986,5 kWp.

    Selanjutnya Jawa Barat dengan 656 pelanggan dan kapasitas 2.452 kWp. Kemudian Banten 544 pelanggan berkapasitas 1.254,9 kWp, Jawa Timur sebanyak 191 pelanggan dengan kapasitas 1.430 kWp, serta Jawa Tengah dan DIY sebanyak 95 pelanggan dengan kapasitas 2.125 kWp.


    "Sebaran paling banyak di Jakarta, Jabar, Banten. Kemudian diikuti Jatim, Jateng, Yogyakarta, Bali, dan Aceh. Ini progres yang sudah terpasang," papar dia.

    Terdapat beberapa upaya yang dilakukan dalam rangka mempercepat pengembangan PLTS Atap. Pertama, program PLTS Atap di gedung pemerintah dan gedung Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kedua, program PLTS Atap di gedung komersial. Ketiga, program PLTS Atap pada pembangunan rumah baru (program Kementerian PUPR dan Real Estate Indonesia/REI).

    Keempat, program pemasangan PLTS Atap di rumah pelanggan golongan tarif R1. Kelima, program pemasangan PLTS Atap pelanggan PLN golongan lebih dari 1.300 VA diberikan insentif skema pembiayaan menarik. Keenam, MoU EBTKE dan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Real Estate Indonesia. Terakhir, deklarasi gerakan nasional sejuta surya atap (GNSSA).

    "Ketika ada pelanggan yang mau membuat PLTS atap harus membuat permohonan ke PLN, kemudian dokumen akan diverifikasi oleh PLN untuk diteruskan. Misal sudah sesuai tidak ada masalah bisa langsung rekomendasi pembangunan. Kalau belum lengkap, dilengkapi," ucap Harris.

    Menurut dia, tren energi terbarukan yang paling banyak diimplementasikan saat ini adalah energi surya dan angin. Sebab biaya pokok produksi untuk PLTS semakin murah, yakni 1,35 sen per kWh.

    "Bahkan jika dibandingkan dengan pembangkit fosil batu bara yang tidak dikenai biaya karbon, masih lebih murah. Tapi kita masih ada gap yang cukup besar dan harus kita kejar (target 23 persen bauran EBT 2025), salah satu yang kita berikan peran besar adalah EBT dalam bentuk energi surya," pungkas Harris.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id