comscore

Investasi Petrokimia di Kaltara Diproyeksi Hasilkan USD67 Miliar

Insi Nantika Jelita - 17 Maret 2022 15:17 WIB
Investasi Petrokimia di Kaltara Diproyeksi Hasilkan USD67 Miliar
Ilustrasi industri petrokimia - - Foto: dok AFP
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan industri petrochemical atau petrokimia yang berada di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kalimantan Utara (Kaltara) akan menghasilkan ratusan miliaran rupiah.

Secara total kawasan yang dikenal Green Industrial Park itu memerlukan investasi sebesar USD132 miliar atau sekitar Rp1.886 triliun hingga 2029. Nantinya kawasan itu akan memproduksi beragam produk industri bernilai tambah tinggi seperti semikonduktor, aluminium, hingga petrokimia.
"Kita akan memiliki the largest petrochemical (industry) di dunia. Dengan investasi USD56 miliar itu akan membuat outcome USD67 miliar (sekitar Rp957 triliun)," ungkap Luhut dalam Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan secara virtual, Kamis, 17 Maret 2022.

Luhut menegaskan dengan dibangunnya kawasan industri di Kaltara, pemerintah bisa mengurangi ketergantungan impor akan raw material atau bahan mentah. Ia menambahkan proyek tersebut dibangun untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air.


"Sehingga apapun yang kita butuhkan dalam produksi ini kita semua punya," terang dia.
Seperti diketahui, kawasan tersebut juga mengembangkan industri baterai untuk kendaraan listrik, lalu bakal membangun pabrik solar panel, hydropower, sert pembangkit tenaga gas. Rencana proyek itu dilakukan guna mendukung menekan emisi karbon.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id