comscore

Program B30 Dipastikan Tak Ganggu Pasokan CPO

Husen Miftahudin - 07 Februari 2022 15:54 WIB
Program B30 Dipastikan Tak Ganggu Pasokan CPO
Ilustrasi kelapa sawit. Foto: dok MI/Farhan.
Jakarta: Anggota Komisi VII DPR Lamhot Sinaga memastikan program B30 yang merupakan campuran biodiesel sebagai bahan bakar berbasis kelapa sawit tidak mengganggu persediaan bahan baku Crude Palm Oil (CPO) untuk minyak goreng. Menurutnya, penggunaan CPO untuk program B30 ini hanya menggunakan sekitar 7,3 juta liter, dan untuk minyak goreng tersedia sekitar 32 juta liter.

"Sudah ada jatah pembagian masing-masing dan tidak saling mengganggu. Sebenarnya, ini (kelangkaan minyak goreng) faktor utamanya terletak pada tingginya harga bahan baku sawit serta disinyalir adanya ketidakbecusan dalam hal distribusi," ucap Lamhot dalam keterangan tertulis, Senin, 7 Februari 2022.
Lamhot menjelaskan sejak dicanangkannya program biodiesel, penggunaan CPO sudah diperhitungkan secara matang. Apalagi, salah satu tujuan program ini adalah untuk menstabilkan harga CPO di level petani kelapa sawit.

Karena itu ia menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang menyebutkan tingginya harga minyak goreng dan kelangkaan persediaan di masyarakat karena adanya program biodiesel.

"Kita semua tahu bahwa kebijakan program biodiesel B30 pemerintah tidak ada hubungannya dengan kelangkaan minyak goreng," tukasnya.

Berdasarkan tautan Kementerian ESDM, biodiesel adalah bahan bakar nabati untuk aplikasi mesin/motor diesel berupa ester metil asam lemak (fatty acid methyl ester/FAME) yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses esterifikasi/transesterifikasi.

Untuk saat ini, di Indonesia bahan baku biodiesel berasal dari minyak sawit atau CPO. Selain dari CPO, tanaman lain yang berpotensi untuk bahan baku biodiesel antara lain tanaman jarak, jarak pagar, kemiri sunan, kemiri cina, nyamplung, dan lain-lain.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Eddy Martono juga menampik penerapan program biodiesel mengganggu pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri.

"Yang menyebabkan harga minyak goreng tinggi memang karena harga minyak nabati internasional sedang tinggi. Program B30 itu bersifat mandatory dan volume ditentukan pemerintah," pungkas Eddy. 

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id