comscore

Ditopang Libur Natal dan Tahun Baru, Kegiatan Usaha Kuartal IV-2021 Tumbuh Positif

Husen Miftahudin - 14 Januari 2022 13:49 WIB
Ditopang Libur Natal dan Tahun Baru, Kegiatan Usaha Kuartal IV-2021 Tumbuh Positif
Ilustrasi. Foto: MI/Andri Widianto
Jakarta: Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada kuartal IV-2021 yang mengindikasikan kinerja kegiatan usaha tumbuh positif.

Hal tersebut tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha kuartal IV-2021 sebesar 7,10 persen, sedikit melambat dari 7,58 persen pada kuartal III-2021, namun meningkat dibandingkan SBT minus 3,90 persen pada kuartal IV-2020.

 



Kinerja kegiatan usaha pada kuartal IV-2021 terindikasi meningkat, antara lain pada sektor Industri Pengolahan (SBT 0,50 persen); Perdagangan, Hotel, dan Restoran (SBT 1,77 persen); serta Pengangkutan dan Komunikasi (SBT 1,32 persen).

"Peningkatan kinerja kegiatan usaha tersebut didorong meningkatnya permintaan yang sejalan dengan penurunan level PPKM di berbagai daerah, serta perayaan HBKN (Hari Besar Keagamaan dan Nasional) Natal dan libur akhir tahun," ungkap hasil survei tersebut, dikutip Jumat, 14 Januari 2022.

Kegiatan usaha diprakirakan akan meningkat pada kuartal I-2022, terindikasi dari SBT sebesar 9,39 persen, lebih tinggi dibandingkan SBT 7,10 persen pada kuartal IV-2021 maupun SBT 4,50 persen capaian pada kuartal I-2021.

Peningkatan tersebut didorong kinerja sejumlah sektor antara lain sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 1,96 persen) sejalan dengan musim panen raya subsektor Tanaman Bahan Pangan dan sektor Industri Pengolahan (SBT 2,74 persen) yang juga sejalan dengan perkiraan normalisasi aktivitas masyarakat di tahun 2022.

Sementara itu, kapasitas produksi terpakai pada kuartal IV-2021 terpantau tetap tinggi. Persentase kapasitas produksi yang terutilisasi pada bulan laporan tercatat sebesar 72,60 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan 73,30 persen pada kuartal III-2021, namun masih lebih tinggi dibandingkan 71,96 persen pada kuartal IV-2020.

Kapasitas produksi terpakai sektor Industri Pengolahan serta Listrik, Gas, dan Air Bersih tercatat masing-masing sebesar 69,53 persen dan 80,17 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, sejalan dengan kembali meningkatnya kegiatan produksi pasca penerapan PPKM ketat (level 3 dan/atau level 4) pada kuartal sebelumnya.

"Sementara itu, kapasitas terutilisasi pada sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambangan dan Penggalian terindikasi menurun sejalan dengan kinerja usahanya," jelas BI.

Dari kondisi keuangan perusahaan terindikasi membaik pada kuartal IV-2021, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, didukung akses pembiayaan yang lebih mudah. Responden menyatakan kondisi likuiditas pada bulan laporan meningkat tercermin dari Saldo Bersih (SB) likuiditas sebesar 15,74 persen, lebih tinggi dibandingkan SB 3,54 persen pada kuartal III-2021.

"Hal tersebut terutama didorong oleh peningkatan persentase responden yang menjawab kondisi likuiditas pada kuartal tersebut adalah baik tercatat sebesar 22,21 persen, meningkat dari 15,41 persen pada kuartal III-2021. Sementara itu, persentase responden yang menjawab kondisi likuiditas buruk pada kuartal IV-2021 menurun menjadi 6,47 persen dari 11,87 persen pada kuartal sebelumnya," terang BI.

Adapun kemampuan perusahaan untuk mencetak laba (rentabilitas) diindikasi meningkat pada kuartal IV-2021. Hal ini tercermin dari SB indikator rentabilitas sebesar 14,78 persen yang lebih tinggi dari SB 1,49 persen pada kuartal sebelumnya.

Persentase responden yang menjawab kondisi rentabilitas pada kuartal IV-2021 baik sebanyak 22,66 persen, meningkat dibandingkan 15,52 persen pada kuartal sebelumnya, sementara persentase responden yang menjawab rentabilitas dalam kondisi buruk sebesar 7,87 persen menurun dibandingkan 14,03 persen pada kuartal sebelumnya.

Responden menilai akses kredit perbankan pada kuartal IV-2021 dalam kondisi lebih mudah dibandingkan triwulan sebelumnya. SB akses kredit pada kuartal IV-2021 sebesar 0,79 persen, meningkat dibandingkan SB negatif 3,05 persen pada kuartal III-2021.

"Persentase responden yang menjawab akses kredit tercatat mudah sebesar 5,80 persen, meningkat dibandingkan 4,65 persen pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, persentase responden yang menjawab sulit tercatat sebesar 5,01 persen, menurun dibandingkan 7,70 persen pada kuartal sebelumnya," tutup survei tersebut.


 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id