comscore

Menaker Ingatkan Industri Perbankan Harus Siap Hadapi Digitalisasi

Annisa ayu artanti - 29 Juni 2022 19:38 WIB
Menaker Ingatkan Industri Perbankan Harus Siap Hadapi Digitalisasi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto : Medcom.
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan industri perbankan untuk bersiap menghadapi era digitalisasi, sehingga dapat menjaga kualitas layanan kepada nasabah, serta mewujudkan iklim ketenagakerjaan yang kondusif. Saat ini tengah berlangsung revolusi industri 4.0 diberbagai sektor termasuk industri perbankan.

"Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha agar tetap selaras mengikuti perkembangan dan mampu meningkatkan SDM untuk industri masa depan," kata Ida usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2022-2024 antara Manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan Serikat Pekerja BNI, dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juni 2022.
 
baca juga: Kemnaker: Kompetensi Tenaga Kerja RI Perlu Ditingkatkan

Menurut Ida, digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan bagi dunia usaha termasuk industri perbankan. Digitalisasi yang diterapkan secara berkelanjutan di industri perbankan dapat menjaga semangat peningkatan layanan bagi para nasabahnya.
Peningkatan layanan harus didorong melalui pengelolaan manajemen perusahaan yang baik. Selain itu perusahaan juga harus menjalin hubungan kemitraan yang baik dengan para pekerja/buruh.

Menurutnya, kemitraan yang baik dapat dilakukan dengan membuka ruang yang seluas-luasnya terhadap keterlibatan dan kontribusi pekerja/buruh (Employee Engagement), melalui sarana-sarana hubungan industrial seperti Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan LKS Bipartit.

"Sarana-sarana hubungan industrial tersebut didasarkan pada persamaan kepentingan semua unsur demi keberhasilan dan kelangsungan perusahaan serta kesejahteraan bersama," ucapnya.

Ida juga menyampaikan apresiasi kepada tim perunding PKB di PT BNI (Persero) Tbk yang telah menyelesaikan perundingan secara kondusif dan lancar.

Ida pun berpesan, apabila dikemudian hari terdapat perbedaan pendapat atau perbedaan penafsiran terkait pelaksanaan PKB, maka diupayakan untuk menghindari deadlock dan dispute, karena akan menghabiskan energi dan juga menimbulkan kerugian bagi kedua belah pihak.

"Hendaknya mengutamakan penyelesaian dengan cara kekeluargaan dan mengutamakan win-win solution dibanding kepentingan kelompok semata. Hal ini untuk menciptakan dan membangun suasana hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja/buruh di perusahaan," ujarnya.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id