comscore

Investasi KIK Terus Meroket, Kemenperin Gencar Cetak SDM Kompeten

Husen Miftahudin - 27 Maret 2022 18:06 WIB
Investasi KIK Terus Meroket, Kemenperin Gencar Cetak SDM Kompeten
Gedung Kementerian Perindustrian. FOTO: Setkab
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan investasi dan pengembangan kawasan industri. Hal itu diharapkan berdampak positif terhadap kenaikan daya saing Indonesia dan berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang.

Hal itu tercermin dari hasil penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penyediaan, Penyiapan, dan Penyaluran Tenaga Kerja Kompeten di Kawasan Industri Kendal antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin dengan Pemerintah Singapura, Pemerintah Kabupaten Kendal, dan Pengelola Kawasan Industri Kendal.
"Untuk mendukung keberlangsungan kinerja Kawasan Industri Kendal (KIK) dan seluruh tenant-nya, Kemenperin melalui BPSDMI bertekad untuk konsisten mendukung penyediaan SDM industri yang kompeten," tegas Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan, dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 Maret 2022.

Arus menjelaskan, guna mencapai sasaran tersebut, pihaknya akan menyelenggarakan pendidikan vokasi dual system di sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik, dan dua Akademi Komunitas yang dimiliki Kemenperin.

Selain itu, melaksanakan Program Pendidikan Diploma 1 yang bersifat tailor made sesuai kebutuhan industri yang lulusannya langsung bekerja di industri, serta Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja).

"Membangun industri harus seiring dengan upaya membangun SDM yang berkualitas karena sebagai salah satu kunci keberhasilannya," ungkap Arus.

Sejak beroperasinya KIK pada 2018, Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu di kawasan tersebut untuk mendorong pertumbuhan investasi industri melalui penyediaan tenaga kerja industri lokal yang kompeten dan memberdayakan SDM lokal sesuai kebutuhan dunia industri.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto pun menyambut baik peran BPSDMI Kemenperin yang telah turut berperan membangun kualitas SDM setempat melalui pelatihan dan pendidikan vokasi. "Ini dilakukan dalam rangka berkolaborasi terhadap pengembangan SDM industri yang kompeten, seiring masuknya investasi di KIK dan terbukanya lapangan pekerjaan," beber dia.

Sementara itu, Menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmond Lee menyatakan, sebuah kemajuan yang mengesankan baik di bidang infrastruktur, jalan, maupun bisnis dan pabrik atau perusahaan yang ada, setelah melihat perkembangan KIK. Capaian tersebut menjadi modal bagus untuk menarik lebih banyak lagi investasi ke Kendal.

"Kuncinya, menciptakan lingkungan investasi yang baik dengan memberikan banyak kesempatan peluang kerja dari KIK. Masyarakat  Kendal berkesempatan untuk mempelajari keterampilan yang relevan dalam bisnis di KIK. Mereka bisa dilatih keterampilan yang dapat memberikan mereka pekerjaan," sebutnya.

Hingga Maret 2022, KIK telah memiliki 72 tenant dengan nilai investasi Rp22,9 triliun. Adapun industri yang menempati di antaranya dari sektor industri fesyen, furniture, elektronik, makanan dan minuman, serta kemasan. Para investor tersebut berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, dan negara lainnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id